JULOK — Inovasi dalam mengawal pelaksanaan Syariat Islam (SI) di Aceh, Camat Julok H Muhammad bin Ishak, mengisi pengajian bakda mahgrib disejumlah masjid dan meunasah (surau–red) dalam wilayah kerjanya.
Kegiatan itu telah dijalankan sejak dirinya ditugaskan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky, sebagai Camat Julok, terhitung 30 Maret 2026 lalu. Meskipun baru berjalan empat bulan disana, namun pria kelahiran Idi Cut telat mengisi pengajian disejumlah desa, seperti Gampong Lhok Seuntang, Gampong Tanjong Tok Blang dan Gampong Baro.
Selain mengisi pengajian, Camat Julok juga memenuhi undangan khutbah Jum’at disejumlah masjid di wilayah itu, seperti masjid di Gampong Blang Uyok dan masjid di Gampong Paya Bakong. “Kami mengetahui beliau (Muhammad–red) yang saat ini adalah alumni dayah, sehingga kami mempercai beliau mengisi pengajian di desa kami,” kata Keuchik Gampong Lhok Seuntang, Darwin, Jumat (21/8).
Camat Julok, H. Muhammad bin Ishak, mengatakan, kegiatan pengajian bakda mahgrib yang dilakukan dirinya semata-mata untuk mengajak umat Islam memakmurkan masjid. “Ini adalah program kami bersilaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat, sehingga kami mengunjungi masjid sekaligus mengawal syariat Islam melalui pengajian bakda mahgrib,” kata mantan Kasubbag Humas Setdakab Aceh Timur itu.
Disisi lain, dia mengingat sebuah pesan singkat yang sarat makna dari salah seorang ulama kharismatim Aceh yakni Allah Yarham Abu Idi Cut (Tgk H Abdul Wahab Hamid/Pimpinan YPI Darussa’adah Idi Cut). “Abu Idi Cut berpesan, duek di dayah tabeut, Wate wo u gampong ta seumeubeut. Artinya, saat di dayah maka mengaji. Ketika pulang ke kampung (desa–red), maka harus mengajar ngaji,” ujar H Muhammad bin Ishak.
Bermodal ilmu pendidikan agama di dayah dan pendidikan formalnya di Pascasarjana IAIN Sumatera Utara, maka Camat Julok itu bertekat akan bersilaturahmi ke seluruh desa dalam bingkai pengajian bakda mahgrib. “Tadi malam (kemarin–red) di Masjid Darul Istiqamah Gampong Baro. Insha Allah nanti malam, Jumat (21/8) akan mengisi pengajian di Meunasah Gampong Blang Gleum,” pungkas H. Muhammad bin Ishak. (***).







