Menu ✖

Mode Gelap
Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas Rektor UIN Ar-Raniry Lepas 19 Anggota Kontingen OASE PTKIN 2026 Proyek Interior Banda Aceh Academy Rp1,5 Miliar Dimenangkan CV Nuansa Indah Persib Tebar Tekanan ke Persija di Puncak Klasemen Pria 59 Tahun Diduga Cabuli Dua Anak di Banda Aceh, Ditangkap di TPI Lampulo

Pemerintahan

Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh

badge-check


					Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh Perbesar

BANDA ACEH- Sepuluh bulan pascabencana di Provinsi Aceh, tiga jembatan terdampak banjir bandang dipulihkan kembali oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

Ketiga jembatan tersebut adalah Jembatan Krueng Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Krueng Tingkeum di Kabupaten Bireuen, dan Ulee Langa di Kabupaten Aceh Utara. Pemulihan tiga jembatan ini memperkuat konektivitas di Koridor Lintas Timur Aceh yang berada pada jalan nasional Banda Aceh-Medan.

“Kementerian PU terus berusaha agar akses jalan dan jembatan ditangani secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat hingga distribusi logistik,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya, Rabu (16/9).

Sebelumnya, pemerintah telah berupaya melakukan penanganan darurat dengan menyediakan jembatan sementara (bailey) sambil melaksanakan konstruksi jembatan permanen.

Dody mengatakan penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Menurutnya, akses yang terbuka dibutuhkan agar aktivitas perekonomian masyarakat, distribusi logistik, serta proses pemulihan pascabencana bisa berjalan dengan baik.

Adapun berdasarkan data BPJN Aceh per 14 September 2026, Jembatan Krueng Meureudu sepanjang 61,8 meter telah sepenuhnya rampung dan fungsional. Jembatan ini berada pada ruas Batas Kota Sigli-Kota Bireuen. Demikian pula dengan Jembatan Ulee Langa sepanjang 16,6 meter pada ruas Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara-Peureulak.

Sementara itu, proses pengerjaan Jembatan Krueng Tingkeum sepanjang 149 meter sudah mencapai 99,14 persen. Pekerjaan yang tersisa meliputi pemasangan andesit untuk pejalan kaki, pengaspalan, dan marka jalan. Jembatan ini ditargetkan sepenuhnya berfungsi pada 20 September 2026.

Pemerintah melalui Kementerian PU berkomitmen memulihkan infrastruktur vital yang terdampak bencana. Kementerian PU juga memastikan penanganan dilakukan hingga infrastruktur kembali berfungsi dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal, sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Aceh.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di Aceh

21 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Dek Fadh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027

20 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pj Sekda Aceh Ajak IKNR Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Pembangunan Daerah

18 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Sabang Ajak Masyarakat Bangga dan Gunakan Produk UMKM Lokal

17 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kabut Asap Mulai Selimuti Banda Aceh, Warga Diminta Waspada

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Trending di Pemerintahan