Menu ✖

Mode Gelap
Polisi Tangkap Pria 52 Tahun dalam Kasus Penggelapan Yamaha Aerox Stefano Cugurra Jadi Pelatih Baru Semen Padang FC Prodi SKI UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh Rawat 4 Situs Cagar Budaya Buka Turnamen Piala Rektor 2026, Rektor UIN Ar-Raniry Ingatkan Sportivitas dan Waktu Salat Laba BSI Tembus Rp5,3 Triliun hingga Agustus 2026 Wakil Wali Kota Sabang Pantau Aktivasi IKD di Paya Seunara

News

Laba BSI Tembus Rp5,3 Triliun hingga Agustus 2026

badge-check


					Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo Perbesar

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo

JAKARTA— PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI membukukan laba Rp5,30 triliun hingga Agustus 2026. Laba tersebut tumbuh 10,07 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba ditopang oleh ekspansi bisnis, penguatan dana murah, peningkatan pembiayaan, serta kontribusi bisnis emas dan pendapatan berbasis komisi (fee based income).

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 17,71 persen secara tahunan menjadi Rp389 triliun. Dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) mencapai Rp246 triliun, terutama ditopang pertumbuhan tabungan yang mencapai Rp171 triliun.

Penguatan dana murah turut menekan biaya dana (cost of fund/CoF). Hingga Agustus 2026, CoF BSI turun 37 basis poin dibandingkan tahun lalu menjadi 2,30 persen.

Di sisi pembiayaan, BSI mencatat pertumbuhan 16,21 persen menjadi Rp344 triliun. Pertumbuhan pembiayaan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK.

Meski ekspansi pembiayaan cukup agresif, BSI menyatakan kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio non-performing financing (NPF) gross tercatat 1,8 persen.

Pendapatan berbasis komisi juga meningkat. Fee based income (FBI) BSI tumbuh 36,27 persen menjadi Rp5,6 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama berasal dari bisnis treasury dan emas. Rasio FBI terhadap pendapatan BSI atau fee based ratio mencapai 23,07 persen.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan kinerja hingga Agustus 2026 menunjukkan pertumbuhan bisnis perseroan semakin seimbang, baik dari sisi pendanaan, pembiayaan maupun pendapatan non-pembiayaan.

“Kami melihat fundamental BSI semakin kuat. Pertumbuhan laba dua digit berjalan beriringan dengan penguatan CASA, pertumbuhan pembiayaan yang lebih tinggi, penurunan cost of fund, serta akselerasi fee based income,” kata Anggoro.

Menurut dia, diversifikasi sumber pertumbuhan membuat mesin bisnis BSI semakin kuat dan memiliki ruang untuk berkembang.

Memasuki akhir kuartal III dan kuartal IV 2026, BSI akan memperkuat sumber dana murah, antara lain melalui pengembangan ekosistem haji dan umrah. Perseroan juga akan memperluas pembiayaan ritel dan konsumer berbasis underlying.

BSI juga akan mendorong bisnis ekosistem syariah dan emas, memperkuat transaksi serta layanan digital, dan menjaga kualitas pembiayaan.

“Fokus kami bukan hanya tumbuh lebih besar, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan kualitas dan profitabilitas yang semakin kuat,” ujar Anggoro.

Dengan pertumbuhan laba, penguatan CASA, penurunan biaya dana, ekspansi pembiayaan dan peningkatan pendapatan berbasis komisi, BSI memasuki paruh kedua 2026 dengan sumber pertumbuhan yang semakin beragam.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polisi Tangkap Pria 52 Tahun dalam Kasus Penggelapan Yamaha Aerox

6 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Prodi SKI UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh Rawat 4 Situs Cagar Budaya

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Bupati Pidie Jaya Lantik Pengurus Bamus Pijay Jabodetabek 2026-2030

4 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Mahasiswa BSA UIN Ar-Raniry Praktik Filologi di Museum Ali Hasjmy

3 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Trending di News