BANDA ACEH — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh membuka Posko Peduli Banjir dan Longsor untuk mempermudah koordinasi serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Aceh. Salah satu posko tersebut berlokasi di Hotel Lido Graha, Kota Lhokseumawe.
Ketua Umum KONI Aceh, Saiful Bahri yang akrab disapa Pon Yaya, mengatakan pembukaan posko ini merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan insan olahraga terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“KONI Aceh tidak hanya bergerak di bidang olahraga, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat saat bencana terjadi,” kata Pon Yaya, Selasa 30 Desember 2025.
Ia menyebutkan, pada Rabu 31 Desember 2025, KONI Aceh dijadwalkan menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 30 ton beras dan sembako kepada korban banjir dan longsor di berbagai kabupaten/kota di Aceh.
“Bantuan ini merupakan hasil gotong royong internal KONI Aceh, dukungan anggota, mitra, serta kontribusi dari berbagai pihak. Kami juga menerima bantuan pakaian jadi dari KONI Jawa Barat,” ujarnya.
Rencana penyaluran bantuan tersebut diputuskan dalam rapat persiapan yang digelar pada hari Minggu lalu, dipimpin Sekretaris Umum KONI Aceh Achyar, ST, didampingi Kepala Sekretariat Alfian Zuhri. Seluruh bantuan akan dipusatkan di Posko Induk Aceh Utara sebelum didistribusikan ke titik-titik pengungsian.
Achyar mengatakan bantuan yang terkumpul difokuskan pada kebutuhan paling mendesak bagi para pengungsi. “Kita akan turun serentak ke titik yang telah ditetapkan. Bantuan dari KONI Jawa Barat berupa pakaian jadi, sementara bantuan lainnya didominasi bahan pokok, terutama beras,” kata Achyar.
Bantuan KONI Aceh akan menjangkau wilayah terdampak banjir dan longsor di 18 kabupaten/kota, antara lain Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil.
Untuk memastikan distribusi berjalan efektif dan tepat sasaran, KONI Aceh membentuk lima tim khusus.
Setiap tim dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan KONI Aceh, mulai dari Ketua Umum Saiful Bahri (Pon Yaya), Ketua Harian Kennedi Husen, Sekretaris Umum, hingga para Wakil Ketua Umum.
Selain menyasar masyarakat umum, bantuan ini juga ditujukan bagi insan olahraga yang ikut terdampak bencana, mulai dari pengurus, pembina, pelatih, hingga atlet yang kehilangan tempat tinggal atau terpaksa mengungsi akibat banjir dan longsor.[]






