Menu ✖

Mode Gelap
Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Simeulue Ditahan, Kerugian Negara Rp851 Juta Akademisi Minta Tes Urine DPRA hingga Eksekutif dan Yudikatif PC PERTI Aceh Besar: Beut Kitab Bak Sikula Sah Secara Hukum, Jangan Giring Opini Sesat Persib Bidik Tiket 16 Besar ACL 2 di Kandang Melbourne Victory Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas

Pemerintahan

Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

badge-check


					Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi Perbesar

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi

BANDA ACEH – Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, mengecam Humam Hamid yang membuat pernyataan bohong kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). “Humam sedang memainkan politik Kuda Troya, membohongi publik,” kata Nurlis di Banda Aceh, Rabu malam (15 April 2026).

Pernyataan Nurlis menjawab pertanyaan wartawan berkaitan dengan video Humam yang beredar di media sosial itu. Di situ, Humam menuding Gubernur Aceh tidak sepenuhnya incharge dan tidak memonitor penuh mengenai perkembangan JKA. Humam mengatakan, “ini bunuh diri, bunuh diri politik, baik untuk gubernur maupun Partai Aceh”.

Menurut Nurlis, pernyataan Humam itu tidak benar. “Postur bahasa dalam pernyataannya seolah-olah sedang membawa kebenaran. Padahal, ia sedang membunuh karakter gubernur, dan membunuh karakter Partai Aceh,” kata Nurlis.

Apalagi, kata Nurlis, dalam video itu Humam menyebutkan bertemu di sebuah tempat yang nggak disebutkan namanya. Mestinya dia sebutkan tempat pertemuannya itu, dan sama siapa saja dia di situ. “Jadi seolah-olah tempat yang dirahasiakan. Di sini saja sudah mulai aneh,” kata Nurlis.

Humam, menurut Nurlis, membangun narasi imajiner. “Itulah yang saya katakan tadi sebagai politik Kuda Troya, ia berimajinasi seolah-olah masuk ke dalam hendak berbuat baik tapi tujuannya menyerang Mualem dan Partai Aceh,” kata Nurlis lagi.

Nurlis menjelaskan bahwa Kuda Troya adalah salah satu cerita paling terkenal dalam mitologi Yunani, dan menjadi simbol tipu daya terbesar dalam sejarah. “Konteks umumnya itu merujuk pada metode atau strategi politik penyusupan dengan cara licik,” katanya.

Menurut Nurlis, dalam konteks Humam, yang terjadi adalah ia berusaha mendekati Mualem dan seolah-olah berniat baik. “Lalu di hadapan publik ia bertindak sebaliknya,” kata Nurlis.

Jadi, Nurlis sangat menyayangkan sikap Humam. Ia menilai Humam belum bisa move on dari politik Pilkada yang lalu. “Sudahlah, mari kita sama-sama membangun Aceh yang lebih baik. Hentikanlah mengadu domba, hentikanlah provokasi yang tidak produktif untuk membangun Aceh,” kata Nurlis. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di Aceh

21 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Dek Fadh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027

20 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pj Sekda Aceh Ajak IKNR Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Pembangunan Daerah

18 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Sabang Ajak Masyarakat Bangga dan Gunakan Produk UMKM Lokal

17 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kabut Asap Mulai Selimuti Banda Aceh, Warga Diminta Waspada

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Trending di Pemerintahan