Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman BINUS Medan Dorong Inovasi Human-Centered dalam Semangat Global Digitalpreneur Sekda Aceh: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan Prof Jimly Semprot PTUN Soal Disertasi Bahlil: Hakim Ketinggalan Zaman, Rusak Etika UI! Polda Metro Jaya Jadwalkan Pelimpahan Roy Suryo dan Dokter Tifa ke Kejaksaan Pekan Depan Karo AUPK UIN Ar-Raniry Lantik 19 Pejabat Fungsional, Dorong Inovasi dan Transformasi Digital

News

Perpustakaan Harus Jadi Ruang Literasi, Bukan Sekadar Gudang Buku

badge-check


					Perpustakaan Harus Jadi Ruang Literasi, Bukan Sekadar Gudang Buku Perbesar

BANDA ACEH— Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Nazaruddin MLIS PhD, menilai mutu pendidikan di Aceh masih menghadapi persoalan mendasar, terutama belum optimalnya penerapan sistem pendidikan berbasis perpustakaan (library based learning).

Menurut Nazaruddin, kondisi tersebut ironis karena dalam sistem pendidikan modern, perpustakaan semestinya menjadi pusat sumber belajar bagi civitas akademika, bukan sekadar pelengkap.

“Perpustakaan tidak boleh lagi diposisikan sebagai gudang buku paket atau hanya untuk memenuhi administrasi akreditasi,” kata Nazaruddin saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan 2026 di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan, perpustakaan perlu didorong menjadi ruang yang nyaman untuk mengembangkan literasi, memperluas pengetahuan, serta membangun daya pikir kritis dan reflektif. Dengan demikian, perpustakaan dapat berperan langsung dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Nazaruddin yang juga Ketua Pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Aceh ini berharap peserta pelatihan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, sejalan dengan upaya mewujudkan visi Iqra sebagai dasar pendidikan Islam.

Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan, Mukhtaruddin MLIS, menyebutkan pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin.

Materi pelatihan mencakup kebijakan pengembangan perpustakaan sekolah, standar nasional perpustakaan, manajemen koleksi, hingga pengorganisasian informasi seperti katalogisasi dan klasifikasi. Peserta juga dibekali pemanfaatan teknologi informasi serta pengembangan sistem otomasi perpustakaan.

Kegiatan bimbingan teknis tersebut merupakan kerja sama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Kabupaten Aceh Besar dengan Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

“Melalui bimtek ini, kita berharap pengelolaan perpustakaan sekolah di Aceh dapat bertransformasi menjadi lebih profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran,” kata Mukhtar.

Sementara, Ketua KKG PAI Aceh Besar, Fetti Elliani, mengatakan pelatihan diikuti 75 peserta yang dibagi dalam dua angkatan. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 16–19 April 2026 di Fakultas Adab dan Humaniora serta UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BINUS Medan Dorong Inovasi Human-Centered dalam Semangat Global Digitalpreneur

20 Juni 2026 - 20:50 WIB

Prof Jimly Semprot PTUN Soal Disertasi Bahlil: Hakim Ketinggalan Zaman, Rusak Etika UI!

20 Juni 2026 - 13:05 WIB

Polda Metro Jaya Jadwalkan Pelimpahan Roy Suryo dan Dokter Tifa ke Kejaksaan Pekan Depan

20 Juni 2026 - 13:02 WIB

Karo AUPK UIN Ar-Raniry Lantik 19 Pejabat Fungsional, Dorong Inovasi dan Transformasi Digital

20 Juni 2026 - 13:01 WIB

Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa

20 Juni 2026 - 12:53 WIB

Trending di News