Menu

Mode Gelap
Puan: Ambang Batas Parlemen 5 Persen Belum Jadi Keputusan Kenji Nishioka Dipanggil Timnas Filipina, Kalteng FC Bawa Nama ke Panggung ASEAN Rekaman CCTV Diduga Bocor, Bank Aceh Diadukan ke OJK dan BI Garuda dan SMSI Aceh Besar Membahas Masa Depan Konektivitas Aceh Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat

News

Perpustakaan Harus Jadi Ruang Literasi, Bukan Sekadar Gudang Buku

badge-check


					Perpustakaan Harus Jadi Ruang Literasi, Bukan Sekadar Gudang Buku Perbesar

BANDA ACEH— Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Nazaruddin MLIS PhD, menilai mutu pendidikan di Aceh masih menghadapi persoalan mendasar, terutama belum optimalnya penerapan sistem pendidikan berbasis perpustakaan (library based learning).

Menurut Nazaruddin, kondisi tersebut ironis karena dalam sistem pendidikan modern, perpustakaan semestinya menjadi pusat sumber belajar bagi civitas akademika, bukan sekadar pelengkap.

“Perpustakaan tidak boleh lagi diposisikan sebagai gudang buku paket atau hanya untuk memenuhi administrasi akreditasi,” kata Nazaruddin saat membuka Bimbingan Teknis Pengelolaan Perpustakaan 2026 di Aula Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan, perpustakaan perlu didorong menjadi ruang yang nyaman untuk mengembangkan literasi, memperluas pengetahuan, serta membangun daya pikir kritis dan reflektif. Dengan demikian, perpustakaan dapat berperan langsung dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Nazaruddin yang juga Ketua Pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Aceh ini berharap peserta pelatihan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh, sejalan dengan upaya mewujudkan visi Iqra sebagai dasar pendidikan Islam.

Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan, Mukhtaruddin MLIS, menyebutkan pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan, termasuk Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar, Saifuddin.

Materi pelatihan mencakup kebijakan pengembangan perpustakaan sekolah, standar nasional perpustakaan, manajemen koleksi, hingga pengorganisasian informasi seperti katalogisasi dan klasifikasi. Peserta juga dibekali pemanfaatan teknologi informasi serta pengembangan sistem otomasi perpustakaan.

Kegiatan bimbingan teknis tersebut merupakan kerja sama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Kabupaten Aceh Besar dengan Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

“Melalui bimtek ini, kita berharap pengelolaan perpustakaan sekolah di Aceh dapat bertransformasi menjadi lebih profesional dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran,” kata Mukhtar.

Sementara, Ketua KKG PAI Aceh Besar, Fetti Elliani, mengatakan pelatihan diikuti 75 peserta yang dibagi dalam dua angkatan. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 16–19 April 2026 di Fakultas Adab dan Humaniora serta UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rekaman CCTV Diduga Bocor, Bank Aceh Diadukan ke OJK dan BI

22 September 2026 - 09:05 WIB

Garuda dan SMSI Aceh Besar Membahas Masa Depan Konektivitas Aceh

21 September 2026 - 19:31 WIB

Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru

20 September 2026 - 19:56 WIB

DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat

19 September 2026 - 22:59 WIB

AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

18 September 2026 - 08:45 WIB

Trending di News