Menu ✖

Mode Gelap
Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Simeulue Ditahan, Kerugian Negara Rp851 Juta Akademisi Minta Tes Urine DPRA hingga Eksekutif dan Yudikatif PC PERTI Aceh Besar: Beut Kitab Bak Sikula Sah Secara Hukum, Jangan Giring Opini Sesat Persib Bidik Tiket 16 Besar ACL 2 di Kandang Melbourne Victory Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas

Pemerintahan

Buka Musrenbang Aceh 2027, Mualem Sebut Pemulihan Pascabencana Butuh Dukungan Besar Pemerintah Pusat

badge-check


					 Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Aceh untuk tahun 2027 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (23 April 2026). Perbesar

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Aceh untuk tahun 2027 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (23 April 2026).

BANDA ACEH–Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, membuka Musrenbang RKPA 2027 di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Kamis (23/04/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Aceh melalui Bappeda Aceh ini diikuti pejabat dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat seperti Kemendagri, Bappenas, dan DPR RI, hingga unsur daerah seperti Sekda Aceh M. Nasir, unsur Forkopimda Aceh, DPR Aceh, kepala SKPA, Bupati/Wali kota, LSM, serta pers.

Dalam forum tersebut, Mualem menyampaikan bahwa RKPA merupakan forum untuk menyelaraskan rencana pembangunan Aceh dengan program nasional, agar kebijakan yang dirumuskan tepat sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat.

Mualem menyebut tema pembangunan tahun ini adalah “Percepatan Pemulihan Pascabencana melalui Pembangunan yang Tangguh dan Berkelanjutan”, seraya berharap adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Menurutnya, Aceh membutuhkan anggaran sekitar Rp40 triliun untuk pemulihan. Namun, anggaran yang tersedia saat ini belum mampu mendukung pemulihan secara menyeluruh.

“Semua unsur yang hadir hari ini, mari kita pikirkan cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Aceh,” ujar Mualem.

Mualem juga menyoroti dampak banjir yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Untuk itu, ia berharap adanya bantuan lebih luas dari pemerintah pusat.

Saat ini, bantuan pusat dinilai masih terbatas pada kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang dan pangan. Sementara untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur seperti jembatan dan jalan, menurutnya, belum tersentuh.

Mualem mengungkapkan, di sejumlah wilayah pedalaman masih terdapat masyarakat yang harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai.
Ia berharap pada tahun ini terjadi perubahan signifikan dalam upaya pemulihan.

“Semuanya pasti tahu kondisi ini, dan kita harap bisa berubah secepat mungkin,” kata Mualem.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi lingkungan, khususnya sungai yang mulai melebar dan kuala di kawasan pesisir yang belum tertangani dengan baik.

Menurutnya, jika kuala di tepi laut tidak segera dibenahi, hal itu akan menjadi ancaman serius karena aliran air dari gunung tersumbat dan tidak dapat mengalir ke laut.

Kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas nelayan yang harus menunggu air pasang untuk melaut.

Mualem menambahkan, pihaknya telah berupaya keras mendapatkan izin dari pemerintah pusat untuk melakukan pengerukan kuala. Jika tidak segera ditangani, banjir di masa mendatang berpotensi menimbulkan dampak yang lebih parah.

Untuk itu, Pemerintah Aceh meminta dukungan dari Kementerian Kelautan agar persoalan tersebut dapat segera ditangani guna mencegah terjadinya bencana yang lebih besar. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di Aceh

21 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Dek Fadh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027

20 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pj Sekda Aceh Ajak IKNR Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Pembangunan Daerah

18 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Sabang Ajak Masyarakat Bangga dan Gunakan Produk UMKM Lokal

17 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kabut Asap Mulai Selimuti Banda Aceh, Warga Diminta Waspada

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Trending di Pemerintahan