Menu ✖

Mode Gelap
Polri Tetapkan Listyo Sigit, Ahrie Sonta, Eko Hadi Tersangka Penyadapan Presiden UIN Ar-Raniry dan Pijar Foundation Jalin Kerja Sama Perkuat Akses Pendidikan bagi Mahasiswa Disabilitas Rektor UIN Ar-Raniry Lepas 19 Anggota Kontingen OASE PTKIN 2026 Proyek Interior Banda Aceh Academy Rp1,5 Miliar Dimenangkan CV Nuansa Indah Persib Tebar Tekanan ke Persija di Puncak Klasemen Pria 59 Tahun Diduga Cabuli Dua Anak di Banda Aceh, Ditangkap di TPI Lampulo

Pemerintahan

Peresmian Dua Bendungan Aceh, Gubernur Mualem Berterimakasih pada Presiden Prabowo

badge-check


					Peresmian Dua Bendungan Aceh, Gubernur Mualem Berterimakasih pada Presiden Prabowo Perbesar

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), sampaikan terimakasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas peresmian Bendungan Keureuto Aceh Utara, dan Bendungan Rukoh Pidie.

“Berfungsinya dua bendungan itu, sangat bermanfaat bagi Aceh,” kata Gubernur Mualem, Sabtu (11 Juli 2026).

Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh bersamaan dengan tiga bendungan lainnya, pada Jumat (10 Juli 2026). Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Empat lainnya diresmikan secara hybrid, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

Mewakkili Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir Syamaun, bersama unsur Forkopimda Aceh, mengikuti rangkaian peresmian tersebut secara virtual di lokasi Bendungan Rukoh, Pidie.

“Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum atas penyelesaian dua bendungan di Aceh,” kata Sekda Nasir yang didampingi Kepala Dinas Pengairan Aceh, Erwin Ferdiansyah.

Bendungan Keureuto dibangun sejak tahun 2015 dengan nilai kontrak Rp. 2,961 triliun, dan Bendungan Rukoh dibangun sejak 2018 dengan nilai kontrak Rp. 1,7 triliun. “Alhamdulillah sekarang sudah diresmikan Bapak Presiden Prabowo,” kata Nasir.

Sekda Nasir menyampaikan bahwa penyelesaian Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh sebagai Proyek Strategis Nasional menjadi pondasi penguatan ketahanan pangan, ketahanan air, ketahanan energi, dan pengendalian air di Aceh.

Secara detail, Sekda Nasir menjelaskan kemanfaatan dua bendungan tersebut. “Dua bendungan itu mampu melayani 26.889 hektar irigasi,” katanya. Ia menyebutkan Bendungan Keureuto yang berlokasi di Aceh Utara memiliki kapasitas menampung 215 juta meter kubik air.

“Manfaatnya, bendungan itu dapat melayani 14.695 hektar irigasi, penyediaan air baku 650 liter per detik, pengendalian banjir 627 hektar. Bahkan memiliki potensi pembangkit Listrik PLTA 6,34 MW dan potensi PLTS terapung 179 MW sebagai energi baru terbarukan,” katanya.

Adapun Bendungan Rukoh di Pidie, Nasir menyebutkan kapasitas tampungnya mencapai 128 juta meter kubik air. “Bendungan Rukoh melayani irigasi 12.194 hektar di Daerah Irigasi Baro Raya, menyediakan air baku 900 liter per detik untuk 20 kecamatan, mengendalikan banjir 51 hektar, dan potensi pengembangan PLTMH 1,22 MW dan PLTS 137 MW,” katanya.

Selain itu, kata Sekda Nasir, optimalisasi kedua bendungan itu akan mendukung program swasembada pangan nasional melalui indeks pertanaman. “Sebanyak 384 ton per tahun,” katanya. “Ketahanan air bagi masyarakat dan kawasan industri, pengembangan energi hijau, dan pengurangan risiko banjir,” katanya.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dek Fadh Bersama Wakil Ketua KPK Serahkan Penghargaan Desa Antikorupsi kepada 15 Gampong di Aceh

21 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Dek Fadh Minta Kerja Sama Pemkab agar Pembangunan Huntap Tuntas pada 2027

20 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pj Sekda Aceh Ajak IKNR Perkuat Persatuan dan Berkontribusi bagi Pembangunan Daerah

18 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Wali Kota Sabang Ajak Masyarakat Bangga dan Gunakan Produk UMKM Lokal

17 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Kabut Asap Mulai Selimuti Banda Aceh, Warga Diminta Waspada

16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Trending di Pemerintahan