Menu

Mode Gelap
Kejati Aceh Amankan Buronan Kasus Pemerkosaan Anak PKB Dukung Prabowo Dua Periode tanpa Gibran BNSP Lakukan Witness di UIN Ar-Raniry, Uji Mutu Sembilan Skema Sertifikasi Masjid Harus Beradaptasi dengan Era Digital Waspada Akun Facebook Palsu Catut Nama Mualem, Jangan Percaya Tawaran Bantuan Lewat Medsos Jelang Musda Demokrat Aceh, Kader Ingin Ketua DPD dari Internal

Destinasi Wisata

Dewan Kritik Pemko Banda Aceh, Potensi Banyak, Aksi Kurang

badge-check


					anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Ismawardi, Perbesar

anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Ismawardi,

 

BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif, kali ini datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Ismawardi.

Ia menilai kinerja Dinas Pariwisata masih minim inovasi dan belum mampu mengelola potensi wisata kota secara maksimal, padahal sektor ini berpeluang besar mendongkrak ekonomi warga dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Selama ini pariwisata Banda Aceh terasa stagnan. Banyak potensi belum tergarap, padahal kalau dikelola serius bisa jadi sumber PAD dan membuka lapangan kerja,” ujar Ismawardi, anggota Komisi I DPRK Banda Aceh, Selasa (30/4).

Ismawardi secara lugas meminta Dinas Pariwisata untuk tidak hanya duduk di kantor, melainkan turun langsung ke lapangan menggali potensi wisata di berbagai gampong.

Ia mencontohkan kawasan Pantai Alue Naga yang hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat kota, namun belum dikelola secara serius.

“Alue Naga punya potensi luar biasa, tapi dibiarkan begitu saja. Butuh sentuhan kreatif agar jadi destinasi unggulan,” kritiknya.

Ia juga menyoroti pantai di Gampong Deyah Raya yang menyimpan keindahan alami namun tidak pernah tersentuh program pengembangan wisata. Menurutnya, Pemko seolah abai terhadap peluang yang ada di depan mata.

Ismawardi menekankan bahwa wisata yang berkembang akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, ia mendesak Wali Kota agar menginstruksikan langsung Dinas Pariwisata untuk lebih proaktif dan tidak hanya mengandalkan destinasi lama yang sudah jenuh.

Tak hanya soal destinasi, ia juga menyoroti lemahnya dukungan infrastruktur menuju lokasi wisata. Jalan yang rusak, kurangnya penerangan, hingga fasilitas umum seperti toilet yang tidak memadai membuat wisatawan enggan datang kembali.

“Pariwisata itu bukan hanya soal tempat indah, tapi juga kenyamanan dan aksesibilitas. Ini perlu kerja sama lintas dinas, termasuk Dinas PU, Perhubungan, dan pelaku UMKM,” tegasnya.

Ismawardi turut menyoroti lemahnya strategi promosi Pemko di era digital. Ia menilai Dinas Pariwisata tertinggal dalam pemanfaatan media sosial untuk mempromosikan potensi wisata Banda Aceh.

“Dinas Pariwisata harus aktif membuat konten menarik, baik video maupun foto, yang bisa menarik perhatian wisatawan luar. Ini era digital, jangan sampai kita tertinggal,” tutupnya.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sabang Siap Sambut Wisatawan Libur Panjang Hari Raya Idul Fitri 1446 H

29 Maret 2025 - 13:42 WIB

Nikmati Senja Sebelum Berbuka di Pantai Lhoknga

24 Maret 2025 - 15:37 WIB

Kapal Pesiar Sambangi Sabang

15 Januari 2025 - 23:18 WIB

Prabowo Diharapkan Dukung Pengembangan Wisata Aceh

2 Januari 2025 - 20:47 WIB

Polisi Hadir Amankan Tempat Wisata Jelang Tahun Baru

29 Desember 2024 - 22:42 WIB

Trending di Destinasi Wisata