Menu ✖

Mode Gelap
Didong Jalu Sriwijaya vs Kabinet, Beru-Bujang Gayo di Banda Aceh Jangan Absen UIN Ar-Raniry dan AMINEF Jajaki Kerja Sama Program Fulbright Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Motor Modifikasi untuk Mahasiswa Disabilitas Madura United Bidik Empat Kemenangan Beruntun di Kandang Persik KUA-PPAS Aceh 2027 Disepakati, Pembahasan RAPBA Segera Dimulai Zulkifli: Listrik Memadai Kunci Penguatan Investasi di Sabang

News

UIN Ar-Raniry dan AMINEF Jajaki Kerja Sama Program Fulbright

badge-check


					UIN Ar-Raniry dan AMINEF Jajaki Kerja Sama Program Fulbright Perbesar

BANDA ACEH — Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menjajaki kerja sama dengan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) untuk memperluas akses dosen dan sivitas akademika terhadap berbagai program Fulbright Indonesia.

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg dan Direktur Eksekutif AMINEF Dr Sandra Hamid di Ruang Kerja Rektor UIN Ar-Raniry, Kamis (8/10/2026).

Mujiburrahman mengatakan UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyambut positif kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi kampus.

“Kami menyambut baik setiap kolaborasi strategis untuk mendukung akselerasi internasionalisasi perguruan tinggi, termasuk memperluas jejaring kemitraan dengan kampus di luar negeri,” kata Mujiburrahman.

Menurutnya, UIN Ar-Raniry juga membuka peluang bagi akademisi atau tenaga pengajar dari luar negeri untuk terlibat dalam pembelajaran bahasa Inggris di UPT Pusat Bahasa UIN Ar-Raniry.

“Kami juga membuka peluang seluas-luasnya bagi tenaga pengajar atau pakar dari luar negeri untuk mengajar bahasa Inggris di UPT Pusat Bahasa UIN Ar-Raniry,” ujarnya.

Sementara itu, Sandra Hamid mengatakan kunjungan AMINEF ke UIN Ar-Raniry salah satunya untuk menyosialisasikan berbagai program Fulbright Indonesia kepada dosen.

Program tersebut mencakup beasiswa jenjang magister dan doktoral serta pendanaan riset bagi dosen. AMINEF juga memperkenalkan Fulbright Specialist Program yang memungkinkan perguruan tinggi menghadirkan akademisi atau pakar dari Amerika Serikat untuk berkontribusi dalam kegiatan akademik di kampus.

Sandra mengatakan program Fulbright Specialist masih belum banyak diketahui, terutama terkait mekanisme dan proses pengajuan proposalnya.

“Fulbright Specialist ini merupakan salah satu program yang ingin kami sosialisasikan karena belum banyak yang mengetahui bagaimana mekanisme dan pengajuan proposalnya,” kata Sandra.

Menurut dia, program tersebut dapat menjadi salah satu upaya UIN Ar-Raniry memperkuat rekam jejak internasional kampus, termasuk dalam pemenuhan sejumlah indikator pemeringkatan universitas dunia.

Selain itu, Fulbright memiliki skema penempatan pengajar asing untuk mengajar bahasa Inggris selama enam bulan. Sandra menilai skema tersebut berpotensi diterapkan di UIN Ar-Raniry.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Reza Idria PhD, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan Perencanaan Prof Khairuddin, Kepala Pusat Layanan Internasional Prof Saiful Akmal, Direktur Pascasarjana Prof T. Zulfikar, dan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Prof Habiburrahim. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Didong Jalu Sriwijaya vs Kabinet, Beru-Bujang Gayo di Banda Aceh Jangan Absen

9 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Motor Modifikasi untuk Mahasiswa Disabilitas

9 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Kafilah Kuta Malaka Matangkan Persiapan Hadapi MTQ Aceh Besar

8 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Dekan FAH UIN Ar-Raniry: ‘Surat Kaleng 1949’ Jadi Benih Perubahan Sejarah

7 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Tak Ingin Ilmunya Berhenti di Ijazah, Fadillah Ingin Pulang Mengajar Anak-anak Aceh Singkil

7 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Trending di News