Menu ✖

Mode Gelap
Didong Jalu Sriwijaya vs Kabinet, Beru-Bujang Gayo di Banda Aceh Jangan Absen UIN Ar-Raniry dan AMINEF Jajaki Kerja Sama Program Fulbright Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Motor Modifikasi untuk Mahasiswa Disabilitas Madura United Bidik Empat Kemenangan Beruntun di Kandang Persik KUA-PPAS Aceh 2027 Disepakati, Pembahasan RAPBA Segera Dimulai Zulkifli: Listrik Memadai Kunci Penguatan Investasi di Sabang

News

Didong Jalu Sriwijaya vs Kabinet, Beru-Bujang Gayo di Banda Aceh Jangan Absen

badge-check


					IST Perbesar

IST

BANDA ACEH — Para beru-bujang Gayo yang sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh dan Aceh Besar diajak meramaikan pentas budaya Didong Jalu Semalam Suntuk, Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Pentas tersebut mempertemukan Klop Didong Sriwijaya dari Bener Meriah dengan Klop Didong Kabinet dari Aceh Tengah.

Ajang kesenian tradisional Gayo ini bukan sekadar panggung adu syair dan berbalas pantun. Didong Jalu juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat Gayo sekaligus sarana memperkenalkan dan menjaga warisan budaya agar tetap dikenal generasi muda.

Irma, salah seorang panitia dari kalangan beru Gayo, mengatakan kehadiran generasi muda sangat penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian Didong. Karena itu, seluruh urang Gayo, khususnya mahasiswa dan pelajar yang berada di Banda Aceh, diharapkan ikut hadir memberikan dukungan.

“Ini ajang silaturahmi dan semangat budaya yang dialirkan kepada generasi muda di Banda Aceh,” kata Irma. Menurutnya, Didong memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan karena juga menjadi media penyampaian informasi, pertukaran gagasan, serta penghubung hubungan sosial dan budaya masyarakat Gayo.

Pentas Didong Jalu ini terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya. Masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar, khususnya warga Gayo, diharapkan hadir menyaksikan langsung pertarungan syair antara Sriwijaya dari Bener Meriah dan Kabinet dari Aceh Tengah.

Bagi beru-bujang Gayo, malam Didong bukan hanya tentang menyaksikan pertunjukan, tetapi juga menjadi kesempatan merawat identitas, mempererat persaudaraan, dan memastikan kesenian warisan leluhur tetap hidup di tengah generasi muda.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan AMINEF Jajaki Kerja Sama Program Fulbright

9 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Rektor UIN Ar-Raniry Serahkan Motor Modifikasi untuk Mahasiswa Disabilitas

9 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Kafilah Kuta Malaka Matangkan Persiapan Hadapi MTQ Aceh Besar

8 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Dekan FAH UIN Ar-Raniry: ‘Surat Kaleng 1949’ Jadi Benih Perubahan Sejarah

7 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Tak Ingin Ilmunya Berhenti di Ijazah, Fadillah Ingin Pulang Mengajar Anak-anak Aceh Singkil

7 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Trending di News