Menu ✖

Mode Gelap
Said Akmal dan Raisya Sharina Juara Turnamen Tenis Meja UIN Ar-Raniry DPR Dorong Penguatan UMKM bagi PMI yang Kembali ke Tanah Air 60 Persen Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Tersangkut Kasus Narkotika Narkoba Disebut Sudah Masuk Gang di Bali, 92,5 Persen Tersangka WNI Komisi I DPR Soroti Kesiapan Tempur TNI AU Hadapi Perang Modern Mukarramah Beri Semangat Kontingen Aceh di Lomba Senam Kreasi Nasional Perwosi 2026

News

Pengusaha Bongkar Keganasan Ormas, Palak THR Sampai Pabrik Disegel

badge-check


					Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga Perbesar

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga

JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, para pengusaha disibukkan dengan kedatangan para kelompok organisasi masyarakat (Ormas) yang meminta tunjangan hari raya (THR) secara paksa. Tak dikasih, para ormas makin beringas dengan menyegel pabrik seperti pabrik kelapa sawit di salah satu daerah di Indonesia.

Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga mengungkapkan aksi preman ormas sudah keterlaluan. Bahkan salah satu ormas terkenal di Indonesia pun melakukan penyegelan pabrik kelapa sawit. Tak dikasih THR katanya para ormas biasanya menjarah sawit di perkebunan.

“Masyarakat sekitar dan ormas-ormas mulai menjarah sawit-sawitnya. Kejadian ini marak di Kalteng (Kalimantan Tengah), Kaltim (Kalimantan Timur) dan Riau,” ungkap dia kepada CNBC Indonesia, Minggu (30/3/2025).

Sahat pun kesal bukan main dengan tindakan ormas tersebut.

“Semakin meresahkan Industri di Indonesia,” tegas dia.

Dia meminta Pemda bersikap tegas dan melindungi para pelaku industri. Jangan sampai hal seperti ini terjadi terus menerus yang bikin pelaku industri resah dan tidak nyaman berbisnis di Indonesia.

“Baiknya ada pengumuman dari Kemendagri atau Pemda-pemda agar perusahaan industri dan perkebunan atau usaha jenis lainnya untuk tidak melayani permintaan sumbangan bentuk apapun dari pihak manapun yang meresahkan kenyamanan ketenangan berusaha di Indonesia,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam memahami praktik seperti itu di lapangan, namun jangan justru menjadi pemaksaan yang membuat pelaku usaha resah.

“Ya minta boleh-boleh aja, tapi jangan maksa gitu loh. Ya dibalikin lagi ke kerelaan usaha masing-masing. Ya kan perusahaan ada CSR sebenarnya. Jangan sampai itu menjadi aksi premanisme yang berujung kepada pemblokiran itu jangan lah. Tapi bahwa masing-masing perusahaan punya dana CSR kan iya. Ya perusahaan juga sering membina masyarakat sekeliling dan sebagainya,” kata Bob.

Keresahan pelaku usaha itu bisa berdampak panjang pada iklim investasi. Akhirnya yang dikhawatirkan banyak pelaku usaha yang berpikir untuk kabur dari investasi dalam negeri.

“Iya kalau sifatnya memaksa dan lain sebagainya ya (investor bisa lari). Jadi kan kita berharap aparat itu bisa selain menjaga ketertiban, tapi juga menegakkan hukum. Ya intinya mereka yang memaksa itu harus ditindak. Berarti mempengaruhi, berarti untuk keikliman. Ya sangat mempengaruhi apalagi situasi seperti ini,” ujarnya. [CNBC]

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPR Dorong Penguatan UMKM bagi PMI yang Kembali ke Tanah Air

28 September 2026 - 00:06 WIB

60 Persen Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Tersangkut Kasus Narkotika

28 September 2026 - 00:02 WIB

Narkoba Disebut Sudah Masuk Gang di Bali, 92,5 Persen Tersangka WNI

27 September 2026 - 23:58 WIB

Dede Adistira Terpilih Aklamasi Pimpin IPAU Banda Aceh

26 September 2026 - 21:05 WIB

Pansus DPR Dorong Batas Jelas Penggunaan AI dalam Desain Industri

26 September 2026 - 20:57 WIB

Trending di News