Menu

Mode Gelap
Kenji Nishioka Dipanggil Timnas Filipina, Kalteng FC Bawa Nama ke Panggung ASEAN Rekaman CCTV Diduga Bocor, Bank Aceh Diadukan ke OJK dan BI Garuda dan SMSI Aceh Besar Membahas Masa Depan Konektivitas Aceh Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar

Pemerintahan

Pemerintah Aceh Memulangkan 5 Warga Aceh Korban TPPO di Myanmar dari Jakarta

badge-check


					Lima warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar, saat dipulangkan ke Aceh, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 30 Maret 2025. Perbesar

Lima warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar, saat dipulangkan ke Aceh, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 30 Maret 2025.

JAKARTA – Pemerintah Aceh hari ini, Minggu, 30 Maret 2025, memulangkan lima warga Aceh yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar, dari Jakarta.

Lima dari 11 orang warga Aceh yang dipulangkan dari Myanmar ini, sudah tiba di Jakarta sejak 20 Maret 2025 lalu. Kedatangan mereka saat itu di Bandara Soekarno-Hatta, disambut Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA).

“Waktu itu enam orang lebih dulu pulang ke Aceh secara mandiri, karena dibantu oleh keluarganya masing-masing. Sedangkan lima orang lagi, selama di Jakarta menginap di Rumah Singgah Cipinang, Jakarta Timur, milik pemerintah Aceh, dan untuk konsumsi mereka juga kita fasilitasi,” kata Plt Kepala BPPA Said Marzuki S.IP., M.Si.

Adapun untuk pemulangan kelima warga Aceh tersebut pada hari ini, BPPA melakukan kerja sama dengan pihak Dinas Sosial Aceh. Mereka menumpangi pesawat Garuda Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Hal ini merupakan arahan langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, untuk memfasilitasi warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar,” katanya.

Said menambahkan, Pemerintah Aceh sebelumnya mengetahui keberadaan 11 warga Aceh di Myanmar, setelah mendapatkan informasi dari Kementerian Luar Negeri. “Kita selalu mewakili Pemerintah Aceh di Jakarta, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, serta pihak lainnya yang terlibat,” ujarnya.

Diketahui, pemerintah memulangkan 564 WNI pekerja online scam di Myanmar. Pemulangan dilakukan oleh Satgas Gabungan dari KBRI Yangon, KBRI Bangkok, dan Polri yang dikomandoi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Adapun kelima warga Aceh tersebut, diantaranya, Syahrul Ramazan (22) asal Angkieng Barat, Samalanga, Bireuen, Riza Fadillah (26) warga Matang Seulimeng, Langsa Barat, Kota Langsa, Alfandi Pratama (27) asal
Laksmana, Jumpa, Bireuen, serta Muklis Saputra (27) dan Muhammad Jafar (21) berasal dari Gelanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar

19 September 2026 - 22:52 WIB

Data Desil Jadi Sumber Salah Paham, BPS Diminta Bergerak Cepat

18 September 2026 - 13:36 WIB

Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh

16 September 2026 - 14:06 WIB

Dek Fadh Sampaikan Sejumlah Persoalan Pertanahan Aceh dalam Raker dan RDP Komisi II DPR RI

16 September 2026 - 13:53 WIB

Anggaran Rehab-Rekon Aceh Rp. 25,65 Triliun, 92 Persen Dikelola Pemerintah Pusat

8 September 2026 - 16:09 WIB

Trending di Pemerintahan