Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry Targetkan 500 Besar Asia 2029, Perkuat Kemandirian Bisnis BLU APPMBGI Bentuk Kepengurusan Aceh, Targetkan MBG Lebih Merata Negara Bergerak Cepat, Evakuasi Tuntas di Tengah Duka Pedalaman Papua Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center Satgas Saber Pantau 9.138 Titik, Harga Sejumlah Komoditas Mulai Turun Jelang HBKN 2026 Mualem Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden atas Bantuan Sapi Meugang Aceh

News

Kemenag Aceh Tegaskan Rahmatillah Petugas Haji Perempuan, Bukan Pria yang Dikaitkan dengan Penggerebekan

badge-check


					Hj. Rahmatillah, S. Ag. M. Pd, Petugas Haji Aceh 1446 H Perbesar

Hj. Rahmatillah, S. Ag. M. Pd, Petugas Haji Aceh 1446 H

BANDA ACEH – Kementerian Agama (Kemenag) Aceh melalui Ketua Tim Humas, Ahsan Khairuna, menegaskan bahwa Rahmatillah, salah satu petugas haji asal Aceh tahun 2025, adalah seorang perempuan, bukan laki-laki sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan dari sebuah media lokal yang mengaitkannya dengan kasus penggerebekan seorang pria di sebuah hotel di Banda Aceh.

“Perlu kami luruskan bahwa Rahmatillah yang menjadi petugas haji Aceh adalah seorang perempuan, bukan laki-laki seperti disebutkan dalam berita tersebut. Jadi, tidak ada kaitannya dengan peristiwa itu. Ini murni persoalan kesamaan nama,” ujar Ahsan, Jumat 2 Mei 2025 yang dikutip dari laman Kemenag Aceh.

Ia menambahkan, saat media mengonfirmasi status Rahmatillah sebagai petugas haji kepada Kemenag Aceh, pihak Kemenag membenarkan. Namun, ia menyesalkan informasi tersebut kemudian dikaitkan dengan pria yang digerebek oleh istrinya di sebuah hotel beberapa waktu yang lalu.

“Ini hanya persoalan nama yang sama, tapi salah sasaran. Bagaimana mungkin nama seorang perempuan bisa dianggap sebagai laki-laki dan dikaitkan dengan peristiwa yang sama sekali tak relevan,” tegas Ahsan.

Ia juga menjelaskan bahwa Rahmatillah adalah ASN yang bertugas sebagai Pengawas Pendidikan Agama Islam di Kemenag Kota Banda Aceh.

“Beliau juga salah seorang Anggota MPU Aceh yang mewakili perempuan, sungguh sangat disayangkan ada pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan,” kata Ahsan.

Selain itu, Kemenag Aceh juga mengimbau agar media tersebut lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi, serta menghindari pemberitaan yang dapat merugikan pihak-pihak yang tidak bersalah. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry Targetkan 500 Besar Asia 2029, Perkuat Kemandirian Bisnis BLU

12 Februari 2026 - 19:20 WIB

APPMBGI Bentuk Kepengurusan Aceh, Targetkan MBG Lebih Merata

12 Februari 2026 - 15:45 WIB

Negara Bergerak Cepat, Evakuasi Tuntas di Tengah Duka Pedalaman Papua

12 Februari 2026 - 15:04 WIB

Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center

12 Februari 2026 - 15:02 WIB

Satgas Saber Pantau 9.138 Titik, Harga Sejumlah Komoditas Mulai Turun Jelang HBKN 2026

12 Februari 2026 - 15:01 WIB

Trending di News