Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

Mahasiswa Prodi SKI UIN Ar-Raniry Belajar Langsung Tradisi Tenun Songket Aceh di Siem

badge-check


					Mahasiswa Prodi SKI UIN Ar-Raniry Belajar Langsung Tradisi Tenun Songket Aceh di Siem Perbesar

BANDA ACEH — Sejumlah mahasiswa Program Studi Sejarah Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengikuti kuliah lapangan di Sentra Tenun Songket Nyakmu milik Ibu Dahlia di Gampong Siem, Aceh Besar, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan mata kuliah Keterampilan Memandu Wisata dan Budaya. Mahasiswa diajak melihat langsung proses pembuatan songket Aceh sekaligus mengenal nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di balik karya tenun tradisional.

Dahlia, pemilik usaha yang meneruskan warisan sang ibu, Maryamu atau lebih dikenal sebagai Nyak Mu, menceritakan bahwa usaha tenun ini sudah dirintis sejak tahun 1973. Songket Nyakmu dikenal dengan beragam motif tradisional Aceh yang dibuat dengan teknik menenun manual oleh para pengrajin setempat.

“Kami senang generasi muda datang belajar dan menghargai warisan ini. Semoga tradisi menenun tidak hilang dan tetap dilestarikan,” ujar Maulina, penanggung jawab sentra tenun tersebut.

Maulina menambahkan, pada awalnya bahan songket dibuat dari benang sutra karena teksturnya lembut dan berkilau. Namun, karena sutra semakin sulit ditemukan dan mahal, kini bahan diganti dengan katun yang lebih mudah diperoleh. Sebagian besar benang harus didatangkan dari luar daerah.

Dosen pembimbing lapangan, Istiqamatunnisak MA, menjelaskan bahwa kuliah lapangan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa.

“Belajar dari para pengrajin memberi pemahaman bahwa di balik selembar kain songket yang indah ada nilai kesabaran, ketelitian, dan cinta terhadap budaya yang luar biasa,” katanya.

Istiqamatunnisak berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan di masa mendatang. “Pendekatan lapangan seperti ini menumbuhkan apresiasi mahasiswa terhadap kekayaan tenun Aceh sekaligus mendorong mereka untuk ikut menjaga kelestarian budaya lokal,” ujarnya.

Kuliah lapangan diakhiri dengan sesi praktik menenun sederhana dan dialog bersama para pengrajin yang telah berpuluh tahun menjaga tradisi khas Aceh tersebut. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News