Menu

Mode Gelap
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

Pemerintahan

Sekda Aceh Terima Forum LSM, Pemerintah Aceh Susun Quick Win Pemulihan Pascabencana

badge-check


					Sekda Aceh Terima Forum LSM, Pemerintah Aceh Susun Quick Win Pemulihan Pascabencana Perbesar

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima audiensi Forum Solidaritas Aceh di Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pemerintah Aceh, Jumat (9/1/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sekda menyampaikan langkah-langkah strategis pemerintah dalam penanganan bencana, termasuk perpanjangan masa tanggap darurat.

Sekda M. Nasir mengungkapkan bahwa Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf atau Mualem resmi memperpanjang masa tanggap darurat mulai tanggal 9 hingga 22 Januari 2026. Untuk mengoptimalkan penanganan, pemerintah tengah menyusun Quick Win (target cepat) untuk 14 hari ke depan dan program lanjutan untuk 30 hari berikutnya.

Dalam upaya percepatan penanganan pascabencana, Pemerintah Aceh menetapkan fokus pemulihan pada enam klaster utama yang meliputi pencarian dan pertolongan, logistik, pengungsian dan perlindungan, kesehatan, pendidikan, serta pemulihan wilayah. Strategi ini diambil untuk memastikan setiap aspek kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara komprehensif dan terukur.

Pada klaster logistik, pemerintah melakukan inovasi distribusi untuk menembus wilayah pedalaman yang terisolasi. Selain mengandalkan bantuan dari udara (air drop), distribusi kini melibatkan komunitas relawan motor trail dan offroad guna menjangkau titik-titik yang sulit dilalui kendaraan standar. Sementara itu, untuk klaster pengungsian, fokus dialihkan pada penyediaan hunian jangka panjang melalui komitmen Pemerintah Pusat dalam membangun Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap). Sekda Aceh, M. Nasir, menegaskan bahwa Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Kabupaten akan terus mengawal proses pembangunan ini agar berjalan maksimal dan tepat waktu.

Sektor kesehatan juga menunjukkan progres positif dengan kembalinya operasional mayoritas rumah sakit dan puskesmas di wilayah terdampak, yang kini diperkuat oleh dukungan tenaga kesehatan serta dokter dari seluruh Indonesia. Di sisi lain, klaster pendidikan mendapat perhatian khusus mengingat masifnya kerusakan fasilitas sekolah. Guna mengatasi hal tersebut, Pemerintah Aceh telah melakukan kebijakan pergeseran anggaran yang dialokasikan khusus untuk pengadaan kebutuhan dasar siswa, mulai dari seragam, buku sekolah, hingga penyediaan mobeier guna menjamin keberlangsungan proses belajar mengajar.

“Kami juga telah mengerahkan 4.000 ASN ke Aceh Tamiang khusus untuk membersihkan sekolah-sekolah dan dayah agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan optimal,” tambah M. Nasir.

Guna memastikan pemulihan wilayah terdampak bencana berjalan sistematis dan komprehensif, Pemerintah Aceh saat ini tengah memprioritaskan penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Langkah ini diambil sebagai acuan utama dalam pembangunan kembali infrastruktur dan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat di seluruh kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan bahwa percepatan penyusunan R3P ini merupakan instruksi langsung guna meminimalisir risiko bencana serupa di masa depan. Fokus utama dalam rencana besar ini adalah normalisasi sungai secara menyeluruh dan pembersihan lingkungan pascabencana.

“Penyusunan R3P ini sangat krusial. Kita tidak hanya sekadar memperbaiki kerusakan, tetapi fokus pada normalisasi sungai di seluruh Aceh untuk mengembalikan kapasitas tampung air dan mengurangi risiko banjir luapan yang sering terjadi,” ujar M. Nasir di Banda Aceh, Jumat (9/1/2026).

Sementara Ketua Forum Solidaritas Aceh, Delsi Roni, dalam kesempatan yang sama menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengoptimalkan kerja sama dengan pemerintah. Forum ini melibatkan berbagai elemen mulai dari NGO, akademisi, hingga lembaga pemerhati perempuan.

“Kami ingin memastikan ada kolaborasi yang kuat dalam aspek-aspek yang bisa kami bantu, guna mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana,” tutup Delsi Roni.(***)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

5 Mei 2026 - 23:00 WIB

Gubernur Aceh Tegaskan Penguatan JKA untuk Layanan Kesehatan Berkelanjutan

5 Mei 2026 - 22:57 WIB

Gubernur Aceh Tekankan Percepatan Eksekusi Program dalam Rapim Mei 2026

5 Mei 2026 - 22:54 WIB

Inflasi Aceh Turun Signifikan, Mualem: Stabilitas Harga Terus Dijaga Jelang Idul Adha

5 Mei 2026 - 22:51 WIB

Wagub Aceh Hadiri Haul ke-12 Tgk. H. Ibrahim bin Hasyim, Pendiri Dayah Ruhul Falah

5 Mei 2026 - 22:07 WIB

Trending di Pemerintahan