Menu

Mode Gelap
Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026 Bek Persib Bela Timnas Irak Demi Piala Dunia 2026 Mendagri: Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Atasi Backlog Perumahan Kak Na: Selamat Lebaran Anak-anak Bunda Semua Bupati Al- Farlaky dan Kapolres Tinjau Pos Mudik Lebaran di Aceh Timur

Pemerintahan

Sekda Aceh Terima Aliansi Mahasiswa, Paparkan Progres Penanganan Bencana

badge-check


					Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh terkait penanganan tahap rekonsiliasi pasca Banjir & Longsor Aceh di Posko tanggap darurat penanganan becana pemerintah Aceh, Banda Aceh, 13/01/2026 Perbesar

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir menerima audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh terkait penanganan tahap rekonsiliasi pasca Banjir & Longsor Aceh di Posko tanggap darurat penanganan becana pemerintah Aceh, Banda Aceh, 13/01/2026

BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menerima kunjungan audiensi Aliansi Mahasiswa se-Aceh di Posko Penanganan Bencana Pemerintah Aceh, Selasa (13/1/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk menyinkronkan data lapangan serta menjelaskan langkah-langkah strategis yang telah diambil pemerintah dalam menangani dampak bencana banjir besar di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Aceh, M. Nasir menjelaskan bahwa aspirasi mahasiswa terkait peningkatan status bencana menjadi skala nasional harus melalui prosedur regulasi yang ketat dari pemerintah pusat.

“Pemerintah Aceh terus bekerja maksimal. Saat ini, fokus kita adalah memastikan seluruh masyarakat terdampak tertangani dengan baik melalui koordinasi lintas sektor,” ujar M. Nasir.

Dalam pemaparannya di Posko Penanganan Bencana, Sekda Aceh M. Nasir mengungkapkan bahwa kondisi pengungsian telah mengalami perubahan, dimana 155.000 jiwa masih di lokasi pengungsian, dari angka awal yang sempat menembus satu juta orang. Meski dampak banjir secara keseluruhan mencakup 2,5 juta jiwa.

Adapun mengenai 31 korban yang masih dinyatakan hilang, ia menegaskan bahwa pencarian telah dihentikan setelah mengikuti seluruh tahapan SOP pencarian dan pertolongan.

Pemerintah Aceh telah membentuk 9 klaster penanganan bencana yang melibatkan sekitar 150 Civil Society Organization (CSO). M. Nasir menegaskan bahwa stok logistik, khususnya beras, dipastikan menjangkau seluruh wilayah terdampak meski terdapat kendala akses dan cuaca.

Pemerintah Aceh saat ini memprioritaskan pemulihan konektivitas akibat putusnya sejumlah jembatan yang memicu kenaikan inflasi. Selain itu, terdapat 456 pos kesehatan yang akan dievaluasi efektivitasnya guna memastikan layanan medis tetap prima.

“Koordinasi terus kita perkuat dengan NGO, TNI, Polri, hingga DLHK, termasuk dalam penanganan lumpur di pemukiman dan lokasi penumpukan material sisa banjir,” tambah M. Nasir.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Habibi, menyampaikan bahwa mahasiswa telah turun ke lapangan selama 22 hari di tiga wilayah terdampak dan berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp200 juta.

Habibi memberikan apresiasi atas terbentuknya ruang diskusi baru yang mempertemukan Pemerintah Aceh dengan mahasiswa.

Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi penguatan kolaborasi demi mempercepat pemulihan daerah terdampak.

“Terima kasih sudah disediakan ruang diskusi ini. Harapannya, agar semakin maksimal kolaborasi antara mahasiswa dengan Pemerintah Aceh untuk saling membantu dalam proses pemulihan pascabencana,” tutup Habibi.[]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026 - 20:48 WIB

Kak Na: Selamat Lebaran Anak-anak Bunda Semua

19 Maret 2026 - 11:25 WIB

Bupati Al- Farlaky dan Kapolres Tinjau Pos Mudik Lebaran di Aceh Timur

19 Maret 2026 - 01:00 WIB

Sekda Aceh Sapa Pemudik di KMP Aceh Hebat 2, Total 650 Tiket Gratis Disiapkan ke Sabang

18 Maret 2026 - 19:38 WIB

Mualem-Dek Fadh: Terima Kasih Presiden, Bantuan Sapi Meugang Kedua Kali

18 Maret 2026 - 00:48 WIB

Trending di Pemerintahan