Menu ✖

Mode Gelap
Peduli Lansia, Dinsos Aceh Berikan Kursi Roda kepada Sariana Hasibuan MTQ Julok Lahirkan Bibit Berkualitas Gelapkan Motor Milik Anggota TNI, Pria 24 Tahun Diamankan Polresta Banda Aceh Barito Putera Tak Anggap Laga Tanpa Penonton sebagai Keuntungan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong Diminta Diusut Pembebasan Bersyarat Bechi Diminta Diperiksa Mendalam

News

155.193 Warga Masih di Pengungsian

badge-check


					155.193 Warga Masih di Pengungsian Perbesar

BANDA ACEH – Sebanyak 155.193 jiwa atau 49.800 kepala keluarga (KK) hingga kini masih bertahan di pengungsian pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 lalu. Pemerintah terus memacu pembangunan hunian sementara (huntara)

Data warga di pengungsian tersebut dihimpun Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh hingga Selasa (13/1/2026) pukul 15.55 WIB.

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan jumlah pengungsi tersebar di 988 titik lokasi pengungsian di berbagai kabupaten/kota.

“Pengungsi terbanyak saat ini berada di Aceh Utara dengan 67.876 jiwa, disusul Aceh Tamiang sebanyak 26.040 jiwa, Gayo Lues 19.906 jiwa, dan Pidie Jaya 14.794 jiwa,” ujar Murthalamuddin.

Selain itu, sejumlah pengungsi yang masih bertahan juga tercatat di Aceh Timur sebanyak 8.507 jiwa, Aceh Tengah 8.021 jiwa, Bireuen 5.895 jiwa, Bener Meriah 2.116 jiwa, Nagan Raya 1.763 jiwa, Lhokseumawe 138 jiwa, serta Pidie 137 jiwa.

Murthalamuddin menjelaskan, banjir dan longsor telah menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Sebanyak 148.819 unit rumah dilaporkan terdampak, dengan rincian 64.740 unit rusak ringan, 40.114 unit rusak sedang, serta 29.755 unit rusak berat atau hilang. Hingga saat ini, pendataan merinci 14.210 unit mengalami rusak berat dan 1.942 unit hilang.

Ia menyampaikan, pemerintah bersama unsur terkait saat ini terus memacu pembangunan huntara bagi warga yang masih bertahan di pengungsian, sembari persiapan pembangunan hunian tetap (huntap) agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menempati rumah layak dan aman.

“Pemerintah terus berupaya memastikan pemulihan berjalan bertahap dan berkelanjutan, sehingga masyarakat terdampak bisa kembali hidup normal dengan kondisi hunian yang lebih layak,” pungkas Murthalamuddin. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gelapkan Motor Milik Anggota TNI, Pria 24 Tahun Diamankan Polresta Banda Aceh

25 September 2026 - 19:45 WIB

Lantik Kaprodi FTK UIN Ar-Raniry, Rektor: Jangan Persulit Mahasiswa

25 September 2026 - 15:31 WIB

DPR Minta Lapas Cibinong Dievaluasi

24 September 2026 - 20:21 WIB

Perkuat PPID UIN Ar-Raniry, Komisioner KIP Berikan Bimtek Pengelolaan Informasi Publik

24 September 2026 - 20:02 WIB

Polda Aceh Berhasil Ungkap Kasus Aborsi, Tiga Pelaku Ditangkap

23 September 2026 - 15:16 WIB

Trending di News