Menu ✖

Mode Gelap
Peduli Lansia, Dinsos Aceh Berikan Kursi Roda kepada Sariana Hasibuan MTQ Julok Lahirkan Bibit Berkualitas Gelapkan Motor Milik Anggota TNI, Pria 24 Tahun Diamankan Polresta Banda Aceh Barito Putera Tak Anggap Laga Tanpa Penonton sebagai Keuntungan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong Diminta Diusut Pembebasan Bersyarat Bechi Diminta Diperiksa Mendalam

News

Kasus Pengeroyokan Memanas, Guru dan Siswa SMK Tanjab Timur Saling Lapor!

badge-check


					Tangkapan layar guru di SMKN 3 Kabupaten Tanjungjabung Timur dikeroyok siswa. (Foto: iNews) Perbesar

Tangkapan layar guru di SMKN 3 Kabupaten Tanjungjabung Timur dikeroyok siswa. (Foto: iNews)

JAMBI – Kasus dugaan kekerasan yang terjadi di SMK Negeri 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, kian meruncing.

Buntut dari video viral pengeroyokan terhadap seorang guru, kini kedua belah pihak—baik guru maupun siswa saling lapor ke pihak kepolisian.

Kasus yang semula terjadi di lingkungan sekolah kini melebar menjadi ranah hukum setelah upaya mediasi yang dilakukan Polres Tanjung Jabung Timur menemui jalan buntu.

Muhammad Lutfi Padilah, seorang siswa kelas dua SMKN 3 Berbak, mengaku menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru Bahasa Inggris berinisial AS.

Menurut Lutfi, kejadian bermula saat dirinya berupaya menenangkan suasana kelas yang sedang gaduh.

Namun, alih-alih diapresiasi, Lutfi mengaku justru mendapatkan perlakuan kasar.

Lutfi mengaku ditampar oleh guru tersebut. Selain itu, ucapan dari sang guru yang menghina kondisi ekonomi orang tuanya.

Lutfi bahkan mengaku sempat dikejar oleh AS dengan membawa dua bilah senjata tajam jenis sabit.

Atas dasar kejadian ini, keluarga Lutfi telah melayangkan laporan resmi ke Polsek Berbak.

“Kami tidak terima dengan perlakuan tersebut, apalagi sampai ada ancaman senjata tajam,” ujar kakak siswa, Muhammad Ardi.

Di sisi lain, Agus Saputra (AS), guru yang terekam dalam video viral sedang dikeroyok, juga mencari keadilan. Ia melaporkan aksi pengeroyokan yang dialaminya ke Polda Jambi.

Pihak keluarga Agus menegaskan bahwa sang guru mengalami luka fisik serius dan trauma psikis yang mendalam akibat serangan sejumlah siswa di lingkungan sekolah.

“Hasil visum sudah ada. Adik saya mengalami luka-luka dan sekarang trauma. Kami sudah laporkan ini ke Polda Jambi,” kata Nasir, kakak kandung sang guru.

Sebelum aksi saling lapor ini memuncak, Polres Tanjung Jabung Timur sebenarnya sudah berupaya melakukan langkah preventif dengan mendatangi sekolah untuk memediasi kedua belah pihak.

Namun, upaya damai tersebut gagal karena Agus Saputra (oknum guru yang bersangkutan) tidak hadir dalam pertemuan di sekolah.

Ketidakhadiran tersebut memicu kebuntuan hingga akhirnya kedua pihak memilih menempuh jalur hukum di tingkatan yang berbeda, yakni Polsek Berbak dan Polda Jambi.

Kini, pihak kepolisian tengah mendalami dua laporan yang masuk untuk mencari titik terang dari kronologi sebenarnya di balik keributan yang mencoreng dunia pendidikan di Jambi tersebut

Sumber: inews

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gelapkan Motor Milik Anggota TNI, Pria 24 Tahun Diamankan Polresta Banda Aceh

25 September 2026 - 19:45 WIB

Lantik Kaprodi FTK UIN Ar-Raniry, Rektor: Jangan Persulit Mahasiswa

25 September 2026 - 15:31 WIB

DPR Minta Lapas Cibinong Dievaluasi

24 September 2026 - 20:21 WIB

Perkuat PPID UIN Ar-Raniry, Komisioner KIP Berikan Bimtek Pengelolaan Informasi Publik

24 September 2026 - 20:02 WIB

Polda Aceh Berhasil Ungkap Kasus Aborsi, Tiga Pelaku Ditangkap

23 September 2026 - 15:16 WIB

Trending di News