BANDA ACEH – Kebanggaan besar dirasakan oleh keluarga besar Ikatan Masyarakat dan Pelajar Matangkuli (IMPELMA) Banda Aceh. Salah satu pengurus aktifnya, Cut Yety Kasturi, resmi dilantik sebagai salah satu Google Student Ambassador (GSA) dalam acara inaugurasi yang digelar di Kantor Google Indonesia, Jakarta.
Cut Yety merupakan mahasiswi Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Dalam program ini, ia terpilih sebagai bagian dari 800 peserta yang lolos seleksi ketat, menyisihkan sekitar 12 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia. Pencapaian ini sekaligus menjadikan Cut Yety sebagai perwakilan dari UIN Ar-Raniry di jajaran 9 persen mahasiswa terpilih yang memiliki minat besar dalam pengembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).
Program GSA 2025 merupakan inisiatif global Google yang membekali mahasiswa dengan akses langsung ke para ahli (Googlers), voucher pembelajaran, serta perangkat kerja Gemini AI. Selama empat bulan masa bakti, Cut Yety bertugas menyelenggarakan pelatihan dan kegiatan edukatif untuk mengenalkan pemanfaatan AI secara produktif, baik di lingkungan kampus maupun di dalam organisasi IMPELMA.
Dalam keterangannya, Cut Yety menekankan pentingnya adaptasi teknologi di berbagai disiplin ilmu. Ia berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan membawa nama baik kampus serta daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Umum IMPELMA Banda Aceh, Andi Miswar, S.Sos, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang diraih oleh jajaran pengurusnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan cerminan kualitas SDM yang dimiliki oleh pemuda asal Matangkuli.
“Kami selaku pengurus pusat sangat bangga atas keberhasilan Cut Yety Kasturi. Sebagai bagian dari jajaran pengurus IMPELMA Banda Aceh sekaligus mahasiswi UIN Ar-Raniry, pencapaiannya dalam program Google Student Ambassador ini menunjukkan bahwa pengurus kita memiliki daya saing yang unggul dan siap menghadapi tantangan di era digital,” ujar Andi Miswar, S.Sos.
Andi Miswar juga berharap agar ilmu yang didapatkan dapat diimplementasikan untuk kemajuan organisasi. “Kami akan selalu mendukung setiap pengurus yang ingin mengeksplorasi potensi dirinya. Semoga semangat literasi digital ini dapat menular kepada seluruh anggota IMPELMA lainnya,” tambahnya.
Ikatan Masyarakat dan Pelajar Matangkuli (IMPELMA) Banda Aceh adalah wadah organisasi bagi mahasiswa dan masyarakat asal Matangkuli yang berdomisili di Banda Aceh. Organisasi ini berkomitmen dalam pembinaan kepemudaan, sosial, dan pengembangan potensi akademik guna melahirkan generasi yang inovatif bagi kemajuan daerah.







