Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Angkat 228 Pegawai Negeri Sipil Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030 Peringati Hari Didong, Ketua KNA Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Gayo Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Bantuan Kementan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara Dirut SIG Turun ke Aceh, Pastikan Pasokan Semen Kembali Stabil

News

Kisah Aulia Rizki, Anak Desa yang Raih Dua Gelar Magister dan Wakili Ribuan Wisudawan UIN Ar-Raniry

badge-check


					Kisah Aulia Rizki, Anak Desa yang Raih Dua Gelar Magister dan Wakili Ribuan Wisudawan UIN Ar-Raniry Perbesar

BANDA ACEH – Aulia Rizki tak pernah menyangka dirinya akan berdiri di atas panggung mewakili ribuan wisudawan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.

Berasal dari keluarga sederhana di desa Tumpok Teungoh, Lhokseumawe, ia kini menorehkan prestasi dengan meraih dua gelar magister dari Indonesia dan Malaysia.

Rizki dipercaya menyampaikan kesan dan pesan pada hari pertama Wisuda Gelombang I dan II UIN Ar-Raniry Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Senin (22/6/2026).

Dalam pidatonya, ia mengajak para lulusan untuk tidak membatasi mimpi hanya karena keadaan.

“Kami hanyalah anak-anak biasa, berasal dari desa yang mungkin tidak ada dalam peta, namun Allah menitipkan kesempatan yang tidak biasa,” kata Rizki di hadapan ribuan peserta wisuda.

Perjalanan akademiknya dimulai dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Ar-Raniry, yang diselesaikannya sebagai lulusan terbaik dengan IPK 3,87 dalam waktu 3,5 tahun.

Kesempatan yang lebih besar datang ketika ia memperoleh Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) LPDP-Kementerian Agama untuk mengikuti program double degree di Universiti Utara Malaysia (UUM).

Bersama lima mahasiswa lainnya, ia berhasil menyelesaikan dua tesis dan memperoleh dua gelar magister dari dua perguruan tinggi di dua negara.

Tak hanya itu, selama menempuh studi Rizki juga aktif melakukan penelitian. Ia telah menghasilkan lebih dari 20 publikasi ilmiah, termasuk tiga artikel pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1, serta meraih IPK 3,93 sebagai salah satu capaian tertinggi di School of Education Universiti Utara Malaysia.

Berbagai penghargaan lain turut diraihnya, seperti Best Presenter pada seminar internasional, Juara I Presentasi Hasil Penelitian UIN Ar-Raniry, serta menjadi pemateri dalam sejumlah konferensi nasional dan internasional.

Meski memiliki sederet prestasi akademik, Rizki memilih menekankan pentingnya ketekunan dan semangat belajar dalam pidatonya.

“Jika enam anak dari keluarga sederhana dapat memperoleh kesempatan tersebut, maka tidak ada alasan bagi siapa pun untuk membatasi mimpinya sendiri. Jika kami bisa, kalian juga, bahkan bisa lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi yang tidak pernah sia-sia. Ilmu, nilai, dan karakter yang diperoleh selama kuliah akan menjadi bekal menghadapi tantangan di masa depan.

Kisah Rizki menjadi salah satu potret keberhasilan program internasionalisasi UIN Ar-Raniry yang membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan berkompetisi di tingkat global tanpa harus melupakan akar serta asal-usulnya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Aceh Angkat 228 Pegawai Negeri Sipil

6 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

6 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Peringati Hari Didong, Ketua KNA Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Gayo

6 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara

5 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Dirut SIG Turun ke Aceh, Pastikan Pasokan Semen Kembali Stabil

5 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Trending di News