Menu

Mode Gelap
Rekonstruksi Pascabencana Berlanjut, Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh SMSI Aceh Besar Jalin Sinergi dengan Bank Aceh Syariah Jantho Dek Fadh Sampaikan Sejumlah Persoalan Pertanahan Aceh dalam Raker dan RDP Komisi II DPR RI Asrama Mahasiswa Terabaikan, Pemkab Aceh Singkil Justru Bangun Asrama Pegawai Kejari Rp1,6 M FTK UIN Ar-Raniry Yudisium 509 Mahasiswa, 408 Lulus dalam 8 Semester Ditreskrimsus Polda Aceh Dalami Karhutla di HGU PT Nafasindo

News

Asrama Mahasiswa Terabaikan, Pemkab Aceh Singkil Justru Bangun Asrama Pegawai Kejari Rp1,6 M

badge-check


					Kondisi bangunan asrama mahasiswa Aceh Singkil di Blower Banda Aceh Perbesar

Kondisi bangunan asrama mahasiswa Aceh Singkil di Blower Banda Aceh

BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil melalui Dinas PUPR menganggarkan Rp1,6 miliar untuk pembangunan asrama pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Singkil pada tahun anggaran 2026.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), paket pembangunan asrama tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp1,5 miliar dan perencanaan tekhnis Rp51 juta dan pengawasan Rp34 juta.

Paket tersebut juga tercatat menggunakan sumber dana APBD tahun anggaran 2026. Data SiRUP menunjukkan paket pembangunan asrama pegawai Kejari Aceh Singkil telah diumumkan pada 14 Juli 2026. Lalu jadwal pelaksanaan kontrak direncanakan mulai Agustus hingga September 2026.

Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi bangunan asrama mahasiswa Aceh Singkil di Blower Banda Aceh yang kondisinya memprihatinkan dan tidak ada anggaran untuk perbaikan tahun ini.

Bangunan yang dihuni sekitar 20 mahasiswa asal Aceh Singkil itu mengalami sejumlah kerusakan, mulai dari atap bocor hingga ada fasilitas kamar mandi yang tidak berfungsi.

Ketua Asrama Mahasiswa Aceh Singkil di Blower, Dimen Ashaf, mengatakan bangunan tersebut memiliki 15 kamar. Namun, sebagian kamar belum bisa digunakan karena pembangunannya belum selesai.

Proyek pembangunan yang ditinggalkan itu hingga kini belum dilanjutkan, sehingga sejumlah ruangan masih terbengkalai. Selain pembangunan yang belum tuntas, kebocoran atap juga menjadi persoalan yang dihadapi penghuni. Tembok bangunan juga banyak yang sudah retak.

Sejumlah kamar mengalami kebocoran saat hujan turun. Mahasiswa terpaksa menampung air yang masuk ke dalam kamar agar tidak menggenangi ruangan.

“Di asrama sini ada sekitar 20 orang. Ada yang satu kamar tinggal 2 sampai 3 orang. Jadi kalau hujan ada kamar yang bocor dan kondisinya memang seperti ini,” kata Dimen kepada wartawan, Rabu, 16 September 2026.

Dimen mengaku telah tinggal di asrama tersebut sejak 2022 dengan kondisi bangunan yang belum kunjung diperbaiki hingga kini.

Untuk itu Dimen juga menyesalkan kebijakan Pemkab Aceh Singkil yang lebih memilih menganggarkan untuk bangun asrama bagi Pegawai Kejari ketimbang asrama mahasiswa di Banda Aceh.

Padahal, kata dia Bupati Aceh Singkil Safriadi alias Oyon belum lama ini sudah datang ke asrama untuk memantau bangunan dan berjanji akan membenahi. Namun belum pasti kapan akan diperbaiki.

“Pak bupati memang sudah datang, tapi kami harap tidak untuk pencitraan saja. Kasihan mahasiswa di sini yang mayoritas tidak mampu menyewa kamar kost, tapi tinggal dalam kondisi bangunan seperti ini,” ucap Dimen.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

SMSI Aceh Besar Jalin Sinergi dengan Bank Aceh Syariah Jantho

16 September 2026 - 14:01 WIB

FTK UIN Ar-Raniry Yudisium 509 Mahasiswa, 408 Lulus dalam 8 Semester

15 September 2026 - 22:46 WIB

Ditreskrimsus Polda Aceh Dalami Karhutla di HGU PT Nafasindo

15 September 2026 - 20:25 WIB

Satlantas Polresta Banda Aceh Hadirkan Layanan SIM Keliling di Car Free Day

13 September 2026 - 23:43 WIB

Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman Terpilih Jadi Ketua ICMI Aceh

13 September 2026 - 03:06 WIB

Trending di News