Menu

Mode Gelap
Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

News

Buku tentang Syariat, Identitas, dan Kewargaan di Aceh diluncurkan di UIN Ar-Raniry

badge-check


					Buku tentang Syariat, Identitas, dan Kewargaan di Aceh diluncurkan di UIN Ar-Raniry Perbesar

BANDA ACEH— Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kuliah tamu sekaligus peluncuran buku berjudul Shari’a, Citizenship, and Identity in Aceh, Rabu (7/5/2025).

Acara yang berlangsung di Pascasarjana UIN Ar-Raniry ini menghadirkan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr M Arskal Salim sebagai pembicara utama sekaligus salah seorang penulis buku tersebut.

Buku tersebut ditulis bersama (co-authorship) oleh Arskal Salim (UIN Jakarta) bersama Moch. Nur Ichwan (UIN Yogyakarta), Eka Srimulyani (UIN Ar-Raniry) dan Marzi Afriko (peneliti ICAIOS).

Karya ini diterbitkan pada awal bulan Mei 2025 ini oleh Notre Dame University Press US, dan menjadi salah satu kajian terbaru mengenai dinamika hubungan antara kelompok mayoritas Muslim dan minoritas non-Muslim di Aceh dalam kaitannya dengan konsep identitas dan citizenship (kewargaan).

“Kajian seperti ini masih sangat jarang, terutama dalam konteks Aceh,” kata Arskal saat menyampaikan materi.

Menurut Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah ini, proses penulisan buku ini berlangsung cukup panjang. Penelitian lapangan dilakukan antara tahun 2016 hingga 2018, sementara proses penulisan memakan waktu bertahun-tahun karena kompleksitas data dan analisis yang dibutuhkan.

Salah satu temuan penting dari penelitian ini, kata Arskal, adalah adanya kebutuhan rekognisi atau pengakuan yang tidak hanya datang dari kelompok minoritas, tetapi juga dari mayoritas.

“Biasanya, hanya minoritas yang menuntut pengakuan. Namun, dalam konteks Aceh, kelompok mayoritas pun mengharapkan rekognisi, terutama karena pelaksanaan Syariat Islam membutuhkan dukungan sosial yang kuat,” ujarnya.

Ia menambahkan, buku ini menggunakan pendekatan etnografis dan sosiohistoris untuk membedah pembentukan identitas dan kewargaan di Aceh.

Dalam pembahasan pengantar, Prof Eka Srimulyani sebagai salah seorang penulis menyampaikan bahwa riset kolaboratif tersebut ada bagian dari project Contending Modernities dari Notredame University, dan tim kami adalah salah satu working groupnya.

Diskusi yang dipandu oleh Sekretaris Prodi S3 Studi Islam Dr Zubaidah itu turut membahas bagaimana warga non-Muslim melakukan adaptasi sosial di tengah masyarakat yang menerapkan hukum syariat.

Arskal juga menekankan pentingnya teori dalam riset sosial. Ia menyebut menggunakan kerangka pemikiran Francis Fukuyama mengenai politik identitas untuk memperkuat analisis dalam buku tersebut.

“Sebagai akademisi, kita tidak bisa hanya bercerita tanpa kerangka teoritis. Teori membantu kita memahami makna besar dari data lapangan,” katanya.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, dalam sambutannya menyatakan bahwa peluncuran buku ini diharapkan menjadi titik awal bagi kajian lanjutan tentang pelaksanaan Syariat Islam di Aceh.

“Kita berharap karya ini menjadi fondasi penting bagi studi-studi berikutnya tentang praktik Islam dan keberagamaan di Aceh. Sejak diberlakukannya Syariat Islam pada masa Gubernur Abdullah Puteh tahun 2001, kajian mendalam secara akademik masih terbatas,” ujar Mujiburrahman. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

UIN Ar-Raniry Wisuda 2.060 Lulusan, Termasuk Mahasiswa Korea Selatan dan Mahasiswa Program Double Degree

22 Juni 2026 - 16:23 WIB

Trending di News