Menu ✖

Mode Gelap
Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dan Kuasai Bahasa Korea UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing Polisi Tangkap Pria 52 Tahun dalam Kasus Penggelapan Yamaha Aerox Stefano Cugurra Jadi Pelatih Baru Semen Padang FC Prodi SKI UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh Rawat 4 Situs Cagar Budaya Buka Turnamen Piala Rektor 2026, Rektor UIN Ar-Raniry Ingatkan Sportivitas dan Waktu Salat

News

Indonesia dan Qatar Teken MoU Pengembangan Proyek Hunian 1 Juta Unit

badge-check


					: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Pengembangan Proyek Hunian 1 Juta Unit antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Investor Perumahan (SHK) Kerajaan Qatar Yang Mulia Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 8 Januari 2025. Foto: BPMI Setpres/Cahyo Perbesar

: Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) Pengembangan Proyek Hunian 1 Juta Unit antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan Investor Perumahan (SHK) Kerajaan Qatar Yang Mulia Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 8 Januari 2025. Foto: BPMI Setpres/Cahyo

ACEHSIBER.COM– Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Investor Perumahan (SHK) Kerajaan Qatar, Yang Mulia Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani.

Penandatanganan MoU itu berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (8/1/2025), terkait proyek hunian yang melibatkan kedua negara bertujuan untuk menyediakan 1 juta unit rumah bagi masyarakat menengah ke bawah di Indonesia.

Dalam keterangannya, Maruarar Sirait menyampaikan bahwa komitmen itu merupakan hasil kerja sama yang solid antara pemerintah Indonesia dan pihak Qatar. Menurut Maruarar, kerja sama ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga di Indonesia untuk mempercepat penyediaan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Sesuai arahan Presiden bahwa ini kerja sama antar pemerintah, kemudian tugas kami adalah menjadi tim yang solid. Kami menyiapkan lahan yang dimiliki negara, termasuk dari PTP Kereta Api, Perumnas, serta beberapa lokasi dari Kementerian Keuangan dan Kemensetneg,” ucap Maruarar usai penandatanganan MoU, dilansir BPMI Setpres.

Maruarar juga mengungkapkan bahwa target pembangunan 3 juta unit hunian dalam dua bulan terakhir sudah menunjukkan hasil yang signifikan, dan banyak investor yang tertarik berinvestasi di sektor perumahan Indonesia.

“Ini terjadi berkat kepercayaan publik kepada Presiden yang sangat tinggi, dan ini bukan investor satu-satunya yang akan datang di bidang perumahan,” tambahnya.

Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Perumahan, yang bertugas dalam menyusun kebijakan pemerintah terkait perumahan, juga memberikan apresiasi terhadap penandatanganan MoU ini. Hashim berharap proyek ini dapat segera dilaksanakan dan selesai sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah pada hari ini kita menyaksikan penandatanganan antara pihak dari Qatar dan Indonesia, yang diwakili oleh Pak Maruarar. Kami berharap proyek ini dapat dimulai dengan segera, dan proyek pertama yang dipimpin Sheikh Abdulaziz Al Thani bisa segera dilaksanakan,” ujar Hashim.

Yang Mulia Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani, Investor Perumahan dari Kerajaan Qatar, menyampaikan rasa optimisnya terhadap proyek ini. Ia mengapresiasi hubungan yang telah terjalin dengan baik antara Qatar dan Indonesia, dan menegaskan komitmennya untuk berinvestasi dalam pembangunan perumahan sosial bagi rakyat Indonesia.

“Saya dan kelompok saya akan berinvestasi di Indonesia. Proyek ini adalah perumahan sosial untuk rakyat, dan kami akan mengerjakannya secara profesional dengan dukungan dari semua pihak di sini. Kami berharap dengan dukungan Presiden, para menteri, dan semua yang terlibat, kami dapat berhasil dalam proyek ini,” ujar Sheikh Abdulaziz.

MoU itu mengatur bahwa Kementerian PKP akan bertanggung jawab dalam menyediakan pemenuhan kebutuhan hunian di Indonesia, sementara Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani akan menggunakan keahlian dan pengalamannya dalam konstruksi, pengembangan infrastruktur, dan manajemen proyek untuk mengembangkan 1 juta unit rumah. Komitmen ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak dan terjangkau.

Penandatanganan MoU ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, serta Direktur Utama PT BTN (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu.

Proyek itu tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat menengah ke bawah, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Penyediaan hunian yang layak dan terjangkau diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta membuka lapangan pekerjaan baru di sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur.

Dengan adanya kerja sama itu, Indonesia semakin menunjukkan komitmennya dalam menyediakan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, dengan dukungan penuh dari pemerintah dan investor internasional.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cut Sitti Kamila, Lulus dari 2 Kampus dan Kuasai Bahasa Korea

6 Oktober 2026 - 14:48 WIB

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asing

6 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Polisi Tangkap Pria 52 Tahun dalam Kasus Penggelapan Yamaha Aerox

6 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Prodi SKI UIN Ar-Raniry Bersama BPK Aceh Rawat 4 Situs Cagar Budaya

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Laba BSI Tembus Rp5,3 Triliun hingga Agustus 2026

6 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Trending di News