Menu ✖

Mode Gelap
DPR Dorong Penguatan UMKM bagi PMI yang Kembali ke Tanah Air 60 Persen Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Tersangkut Kasus Narkotika Narkoba Disebut Sudah Masuk Gang di Bali, 92,5 Persen Tersangka WNI Komisi I DPR Soroti Kesiapan Tempur TNI AU Hadapi Perang Modern Mukarramah Beri Semangat Kontingen Aceh di Lomba Senam Kreasi Nasional Perwosi 2026 Dana Bencana Aceh Rp1,65 Triliun, Baru 30,16 Persen Terserap

News

Narkoba Disebut Sudah Masuk Gang di Bali, 92,5 Persen Tersangka WNI

badge-check


					Anggota Komisi III DPR RI Nyoman Parta saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Bali, Jumat (25/9/2026). Foto: Yhusanti/Karisma Perbesar

Anggota Komisi III DPR RI Nyoman Parta saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI ke Bali, Jumat (25/9/2026). Foto: Yhusanti/Karisma

BALI — Peredaran narkotika di Bali dinilai semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Anggota Komisi III DPR RI Nyoman Parta menyebut narkoba kini tidak lagi hanya menyasar kawasan tertentu, tetapi telah masuk hingga lingkungan permukiman warga.

“Narkoba sudah masuk gang, bukan masuk banjar lagi, sudah masuk gang! Ini persoalan yang serius menurut saya di Bali,” kata Nyoman dalam Kunjungan Spesifik Komisi III DPR RI ke Bali, Jumat (25/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas sinergitas aparat penegak hukum (APH) dalam penanganan persoalan narkotika di Bali. Hadir Kapolda Bali, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, serta Kepala BNN Provinsi Bali.

Nyoman mengatakan, laporan masyarakat yang diterimanya menunjukkan adanya dugaan penyalahgunaan narkotika yang semakin dekat dengan lingkungan warga, termasuk keterlibatan masyarakat lokal.

Ia juga menyinggung pengamatannya saat beberapa kali mengunjungi Lapas IIA Kerobokan Bali. Menurut dia, terjadi perubahan komposisi penghuni lapas yang berkaitan dengan perkara narkotika.

“Sekarang pelakunya sudah (orang Bali misalnya bernama) Nyoman, Made, Sang, Dewa, Cokorda. Jadi ada situasi perubahan luar biasa,” ujar politikus Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Data Polda Bali mencatat sepanjang 2026 terdapat 1.073 tersangka kasus narkoba. Sebanyak 993 orang atau 92,5 persen merupakan WNI, sedangkan 80 orang atau 7,5 persen merupakan WNA.

Nyoman meminta aparat memperkuat upaya pencegahan, terutama melalui edukasi kepada generasi muda. Menurutnya, langkah preventif perlu dilakukan secara lebih masif agar anak muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

“Saya minta kepada pihak kepolisian, pihak BNN terutama agar lebih masif melakukan kegiatan edukatif terutama sekali di kalangan anak muda tentang bahaya hidup dengan narkoba, bahayanya narkoba,” katanya.

Dalam pertemuan yang sama, Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas turut menyoroti tantangan pencegahan narkoba di Bali. Tingginya mobilitas warga negara asing dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pengawasan.

Kepala BNNP Bali menjelaskan, kerentanan Bali tidak terlepas dari kondisi geografis dan tingginya aktivitas pariwisata. Bali disebut memiliki posisi sebagai end user dalam jaringan narkotika nasional.

BNNP Bali telah memetakan sejumlah kawasan yang masuk kategori rawan narkoba, yakni Tuban, Kuta, Pemogan, Sesetan, dan Pemecutan Kelod.

Selain itu, terdapat 72 desa berstatus waspada, 173 desa siaga, dan 471 desa aman. BNNP Bali menegaskan pemetaan tersebut merupakan indeks kawasan rawan narkoba yang disusun bersama BRIN dan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan.

“Jadi yang dilaporkan saja, Pak, masih banyak ternyata anak-anak muda yang menurut Surat Edaran Mahkamah Agung yang di bawah ketentuan itu kita wajibkan lakukan rehabilitasi,” jelas Putu.

Penanganan penyalahgunaan narkotika tersebut antara lain mengacu pada Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penempatan Penyalahguna, Korban Penyalahgunaan, dan Pecandu Narkotika ke dalam Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial.

BNNP Bali saat ini memiliki dua sarana rehabilitasi pemerintah, masing-masing di Bangli dan Badung.

Sementara untuk pencegahan, BNNP Bali menjalankan berbagai program edukasi di sekolah dan perguruan tinggi, termasuk tes urine serta pendekatan kreatif yang menyasar kalangan generasi muda.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPR Dorong Penguatan UMKM bagi PMI yang Kembali ke Tanah Air

28 September 2026 - 00:06 WIB

60 Persen Warga Binaan Lapas Perempuan Bandung Tersangkut Kasus Narkotika

28 September 2026 - 00:02 WIB

Dede Adistira Terpilih Aklamasi Pimpin IPAU Banda Aceh

26 September 2026 - 21:05 WIB

Pansus DPR Dorong Batas Jelas Penggunaan AI dalam Desain Industri

26 September 2026 - 20:57 WIB

Dua Pelajar Diduga Curi Dua Motor di Banda Aceh

26 September 2026 - 10:39 WIB

Trending di News