Menu

Mode Gelap
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

News

Indonesia Ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi untuk Layanan Jemaah

badge-check


					Kepala BPOM Taruna Ikrar saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengatakan program ini menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. (Foto: Badan POM) Perbesar

Kepala BPOM Taruna Ikrar saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengatakan program ini menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. (Foto: Badan POM)

JAKARTA – Pemerintah Indonesia berencana ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi dalam upaya untuk meningkatkan layanan bagi jemaah haji Indonesia.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan program ini bukan sekadar aktivitas komersial, melainkan representasi kehadiran negara dan etalase kedaulatan pangan Indonesia untuk memberikan layanan terbaik.

“Selain itu, menjamin pemenuhan selera dan asupan nutrisi jemaah haji,” kata Taruna Ikrar saat menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) pada Senin (23/2/2026).

Lanjutnya, hal ini menjadi simbol keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.

Taruna menegaskan BPOM akan mengawal ketat kewajiban pencantuman label berbahasa Arab dan format tanggal kedaluwarsa (Gregorian dan/atau Hijriah) sesuai standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk mencegah risiko penolakan saat clearance.

“Sesuai mandat pengawasan pre- dan post-market, BPOM siap mengawal ketat standar mutu dan keamanan dalam program ekspor Beras Haji Nusantara untuk memenuhi standar negara tujuan dan mencegah penolakan dari pihak Arab Saudi,” katanya.

Pemerintah Indonesia akan memasok beras dari petani dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji. Penyediaan beras ini akan menjadi tanggung jawab Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Menko Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah berencana mengirim 2.280 ton beras ke Arab Saudi untuk ekspor perdana. “Nanti lanjut akan ke Malaysia dan lain-lain, tapi perdana ke Arab Saudi. Tanggal 28 [Februari] ini sudah akan diberangkatkan,” ungkap Zulkifli Hasan.

Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan Arab Saudi, salah satunya melalui kemitraan BPOM dengan SFDA terkait Pengawasan Kualitas dan Keamanan Obat dan Makanan yang telah berjalan sejak 2020 menjadi landasan kuat untuk memfasilitasi akses pasar produk pangan haji, termasuk beras.

Dengan pengawasan yang terintegrasi, diharapkan ekspor Beras Haji Nusantara dapat berjalan lancar dan menjadi model kolaborasi ekspor pangan strategis Indonesia ke pasar global.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

5 Mei 2026 - 21:56 WIB

UIN Ar-Raniry Gandeng HIMPSI, Matangkan Pembukaan Prodi Pendidikan Profesi Psikologi

5 Mei 2026 - 21:25 WIB

Trending di News