Menu

Mode Gelap
Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

News

Jembatan Teupin Mane sudah Fungsional

badge-check


					Seorang warga memberi kabar kepada kerabatnya lewat panggilan video tentang akses jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah sudah dapat dilalui di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (16/12/2025). Jembatan sepanjang sekitar 180 meter ini kembali menghubungkan akses darat Bireuen–Aceh Tengah yang terputus akibat banjir bandang, sekaligus memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik pascabencana. Infopublik Perbesar

Seorang warga memberi kabar kepada kerabatnya lewat panggilan video tentang akses jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah sudah dapat dilalui di atas Sungai Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (16/12/2025). Jembatan sepanjang sekitar 180 meter ini kembali menghubungkan akses darat Bireuen–Aceh Tengah yang terputus akibat banjir bandang, sekaligus memperlancar mobilitas warga dan distribusi logistik pascabencana. Infopublik

BANDA ACEH – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memutakhirkan data penanganan banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Hingga Rabu (17/12/2025) pukul 14.00 WIB optimalisasi distribusi logistik tercatat 12 sorti pengiriman melalui jalur udara dan darat.

”Khusus di Provinsi Aceh, distribusi logistik yang berasal dari Lanud Iskandar Muda mencapai 20,6 ton, termasuk dua truk darat masing-masing bermuatan satu ton,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB, Abdul Muhari.

Ia menuturkan di sektor infrastruktur, progres perbaikan jembatan menunjukkan perkembangan signifikan. Jembatan Bailey yang menghubungkan Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah sudah dinyatakan fungsional dan dapat dilalui di atas Sungai Teupin Mane oleh masyarakat.

Sementara Jembatan Teupin Reudeup (Awe Geutah) pada jalur alternatif Bireuen–Lhokseumawe telah mencapai 98 persen dan ditargetkan selesai serta dapat difungsikan pada 18 Desember 2025. Jembatan ini dinilai krusial untuk memperlancar arus orang, barang, serta mobilisasi alat berat ke wilayah terdampak di Aceh Tengah.

Adapun Jembatan Kutablang di jalur utama Bireuen–Lhokseumawe saat ini telah mencapai progres 50,9 persen dan terus dikebut pengerjaannya.

BNPB juga mulai mengintensifkan pendataan masyarakat terdampak secara by name by address, khususnya di Aceh Tamiang. Data ini akan menjadi dasar perhitungan kebutuhan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

Di Kabupaten Pidie, pembangunan 12 unit huntara telah dimulai menggunakan dana biaya tak terduga daerah. Huntara tersebut dibangun di Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse, dan disesuaikan dengan kebutuhan riil warga terdampak.

Untuk mendukung percepatan pemulihan, BNPB bersama instansi terkait juga mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Dua pesawat dikerahkan di wilayah Aceh guna mengurangi curah hujan yang berpotensi menghambat pembukaan akses jalan dan perbaikan infrastruktur.

“Selama periode 7 hingga 17 Desember, operasi modifikasi cuaca telah dilakukan dengan total bahan semai mencapai 31 ton,” tutur Abdul Muhari.

BNPB memastikan seluruh upaya pencarian dan pertolongan, distribusi logistik, pemulihan akses darat dan komunikasi, serta pemenuhan kebutuhan energi dan BBM akan terus dilakukan secara terkoordinasi hingga kondisi di wilayah terdampak benar-benar pulih.

Korban Meninggal Dunia Tercatat 1.059 Jiwa

Abdul Muhari mengungkapkan, hingga Rabu (17/12/2025) pukul 14.00 WIB jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.059 jiwa, bertambah enam orang dibandingkan sehari sebelumnya yakni 1.053 jiwa.

”Penambahan korban berasal dari dua wilayah, yakni dua korban di Aceh Utara dan empat korban di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara,” ungkap Abdul Muhari.

Sementara itu, jumlah korban hilang di tiga provinsi mengalami penurunan. Dari sebelumnya 200 jiwa, kini menjadi 192 jiwa. Adapun jumlah pengungsi juga berkurang signifikan, dari 606.040 jiwa menjadi 588.226 jiwa, atau turun sekitar 17.814 jiwa.

BNPB mencatat hingga kini masih terdapat 26 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut yang berstatus tanggap darurat. Di Provinsi Sumatra Barat, dua daerah memperpanjang masa tanggap darurat, yakni Kota Padang dan Kabupaten Pasaman Barat, menyusul terjadinya banjir susulan dalam beberapa hari terakhir.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

UIN Ar-Raniry Wisuda 2.060 Lulusan, Termasuk Mahasiswa Korea Selatan dan Mahasiswa Program Double Degree

22 Juni 2026 - 16:23 WIB

Trending di News