BANDA ACEH– PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mencatat tingginya mobilitas masyarakat di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode mudik dan balik Lebaran 2026.
Berdasarkan data trafik selama periode tersebut, total kendaraan yang melintasi ruas tol operasional dan fungsional mencapai lebih dari 3,3 juta kendaraan, terdiri dari 3,16 juta kendaraan (periode 13-30 Maret 2026) di ruas tol operasional dan lebih dari 173 ribu kendaraan di ruas tol fungsional (periode 13-30 Maret untuk Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 dan periode 13-29 Maret 2026 untuk Tol Palembang– Betung).
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan menyampaikan bahwa secara umum trafik pada ruas tol operasional mengalami peningkatan sebesar 84% dibandingkan Volume Lalu Lintas (VLL) normal. Capaian ini menunjukkan bahwa JTTS semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan Lebaran karena mampu menghadirkan perjalanan yang lebih efisien, aman, dan nyaman.
“Secara umum, arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di JTTS berjalan lancar. Memang sempat terjadi kepadatan lalu lintas menuju maupun keluar akses ruas fungsional Tol Palembang– Betung, namun Hutama Karya bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Kepolisian Daerah setempat dan instansi terkait untuk melakukan rekayasa lalu lintas sehingga kondisi di lapangan dapat segera tertangani dan perjalanan pengguna jalan tetap terkendali,” ujar Iwan.
Lebih lanjut, berdasarkan data harian trafik, puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret 2026 dengan total lebih dari 194 ribu kendaraan (akumulasi dari ruas operasional sebanyak lebih dari 183 ribu kendaraan dan lebih dari 11 ribu kendaraan di ruas tol fungsional). Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 23 Maret 2026 dengan total lebih dari 264 ribu kendaraan (lebih dari 251 ribu kendaraan ruas operasi dan lebih dari 12 ribu kendaraan ruas fungsional).
Pada ruas tol operasi, trafik tertinggi selama periode Lebaran 2026 tercatat di Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh anak usaha Hutama Karya yaitu PT Hutama Marga Waskita dengan total lebih dari 703 ribu kendaraan. Dari sisi pertumbuhan terhadap VLL normal, peningkatan tertinggi pada ruas operasional tercatat di Tol Sigli – Banda Aceh sebesar 236%.
Sementara itu, pada ruas tol fungsional, Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1 (Seulimeum – Padang Tiji) mencatat trafik dengan total lebih dari 86 ribu kendaraan, sedangkan Tol Palembang – Betung (Kramasan – Pangkalan Balai) dilintasi sebanyak lebih dari 86 ribu kendaraan. Kehadiran ruas fungsional ini turut membantu mendistribusikan arus kendaraan dan memberikan alternatif perjalanan yang lebih lancar bagi pengguna jalan selama periode Lebaran.
Menurut Iwan, tingginya mobilitas ini juga ditopang oleh semakin luasnya konektivitas JTTS yang kini semakin terintegrasi dan menjangkau lebih banyak wilayah strategis di Sumatera. Kesiapan infrastruktur, personel operasional, serta koordinasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam menjaga layanan tetap optimal selama periode trafik tinggi.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, Hutama Karya juga menerapkan strategi pelayanan yang komprehensif, salah satunya melalui pemberlakuan potongan tarif tol sebesar 30% pada periode arus mudik tanggal 15–17 Maret 2026 dan arus balik tanggal 26–28 Maret 2026 di 7 ruas JTTS, yaitu Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung, Tol Indralaya – Prabumulih, Tol Pekanbaru – Dumai, Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar, Tol Indrapura – Kisaran, Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, dan Tol Sigli – Banda Aceh. Kebijakan ini membantu mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengguna jalan.
Selain itu, Hutama Karya juga menyiapkan _co-working space_ di rest area JTTS untuk mengakomodasi pengguna jalan yang tetap menjalankan aktivitas kerja secara fleksibel selama perjalanan, sejalan dengan kebijakan _Work From Anywhere_ (WFA).
Di sisi operasional, Hutama Karya terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi melalui Intelligence _Traffic System_ (ITS) dan layanan informasi digital yang terintegrasi. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas secara real-time selama 24 jam, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat saat terjadi hambatan di lapangan.
“Pengendalian operasional yang didukung teknologi, kesiapan petugas, serta koordinasi intensif dengan stakeholder menjadi kunci agar layanan selama periode Lebaran tetap berjalan optimal. Fokus kami bukan hanya memastikan kendaraan dapat melintas, tetapi juga memastikan pengguna jalan memperoleh pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan terkendali,” tambahnya.
Hutama Karya menilai kelancaran layanan Lebaran 2026 di JTTS merupakan hasil sinergi seluruh pihak, mulai dari internal operasional, regulator, aparat penegak hukum, hingga pemangku kepentingan lainnya. Perusahaan juga terus memperkuat kesiapsiagaan layanan transaksi, patroli, informasi lalu lintas, dan fasilitas pendukung pengguna jalan di titik-titik strategis.
Sebagai penutup, Hutama Karya menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jalan Tol Trans Sumatera, termasuk Danantara, BP BUMN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, BPJT, TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna jalan yang telah mempercayakan perjalanannya melalui JTTS. Evaluasi dari penyelenggaraan tahun ini akan menjadi pijakan penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menghadirkan jalan tol yang semakin andal, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” tutup Iwan Hermawan.







