BANDA ACEH — Sebanyak 50 mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh melakukan praktikum mata kuliah Filologi dengan menelaah manuskrip koleksi Museum Ali Hasjmy, Geuceu Iniem, Banda Aceh, Sabtu (3/10/2026).
Praktikum tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Filologi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berhadapan langsung dengan manuskrip sebagai objek kajian.
Dosen pengampu mata kuliah Filologi, Drs Nurdin AR MHum mengatakan mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab perlu memiliki kemampuan membaca dan menelaah berbagai jenis teks, termasuk teks yang terdapat dalam manuskrip.
“Calon-calon sarjana Sastra Arab ini bisa menelaah teks, baik teks sastra maupun teks-teks kitab agama Islam atau teks-teks bahasa yang ada dalam manuskrip,” kata Nurdin.
Menurut Nurdin, kemampuan tersebut penting karena mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab akan terus berhadapan dengan teks dalam bidang keilmuannya.
“Karena teks adalah isi manuskrip dan manuskrip adalah media teks,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa tidak hanya mampu menelaah teks modern, tetapi juga memahami dan mengkaji teks-teks kuno yang tersimpan dalam manuskrip.
“Di samping bisa menelaah teks-teks modern, juga bisa menelaah teks-teks kuno yang ada dalam manuskrip,” kata Nurdin.
Setelah melakukan pengamatan terhadap manuskrip, mahasiswa diminta menyusun laporan berdasarkan data yang telah mereka catat dalam formulir deskripsi naskah.
Sekretaris Prodi BSA, Chairunnisa Ahsana AS MA MHum mengatakan laporan tersebut disusun dalam format makalah praktikum Filologi.
“Mahasiswa diminta membuat laporan berdasarkan data formulir deskripsi naskah yang sudah mereka isi untuk kemudian dibuat dalam format laporan makalah praktikum filologi,” ujar Chairunnisa.
Menurut Chairunnisa, tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk mendokumentasikan hasil pengamatan terhadap manuskrip secara sistematis.
Praktikum di Museum Ali Hasjmy memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengenali manuskrip sebagai objek kajian Filologi.
“Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengamatan terhadap naskah yang menjadi sumber kajian,” kata Chairunnisa.
Kegiatan tersebut turut didampingi Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab Sumardi MA serta sejumlah dosen dan pengampu mata kuliah Filologi. [ ]







