Menu

Mode Gelap
Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual Habiburokhman: KUHAP Baru Sudah Jawab Tuntutan Reformasi Polri Shayne Pede Tatap Laga Melawan Persib Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

News

Minyak Dunia Sentuh US$80, Pemerintah Klaim Fiskal Masih Aman

badge-check


					Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa Perbesar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan lonjakan harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak akan mengganggu stabilitas keuangan negara.

Harga minyak mentah global yang sempat menyentuh level US$ 80 per barel, menurut Purbaya, masih berada dalam batas aman asumsi fiskal pemerintah.

“Bahkan saya hitung kalau sampai ke US$ 92 per barel pun kita masih bisa kendalikan anggarannya, jadi tak masalah,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Selasa (3/3/2026).

Strategi Antisipasi Lonjakan Harga

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif apabila harga minyak terus merangkak naik. Salah satu strategi utama adalah memperketat pengawasan penerimaan pajak guna mencegah kebocoran.

“Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit. Kalau sudah bagus nanti kita lihat dampaknya seperti apa baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan,” jelasnya.

Dengan langkah tersebut, Purbaya meyakini potensi pelebaran defisit akibat gejolak global masih dapat dikendalikan.

“Kalaupun globalnya (harga minyak) di atas, selama kita bisa jaga domestik demand yang 90% kontribusinya ke ekonomi kita, juga masih bisa survive,” tegasnya.

Dampak Konflik Timur Tengah ke Pasar Energi Global

Kenaikan harga komoditas energi terjadi di awal pekan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz serta pembatasan kapal komersial di kawasan tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalur perdagangan global.

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan ini dapat memicu lonjakan permintaan komoditas energi seperti minyak mentah dan gas alam.

Berdasarkan data Trading Economics per Selasa (3/3) pukul 12.00 WIB:

Harga minyak mentah WTI berada di level US$ 72,6 per barel, naik 11,38% dalam sebulan dan 26,36% secara year to date (YTD).

Harga gas alam kembali menembus US$ 3,0 per MMBtu setelah sempat turun ke US$ 2,8 pada pekan sebelumnya. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Bank Aceh Syariah dan PT Taspen Perkuat Sinergi Layanan Pembayaran Pensiun

5 Mei 2026 - 21:56 WIB

UIN Ar-Raniry Gandeng HIMPSI, Matangkan Pembukaan Prodi Pendidikan Profesi Psikologi

5 Mei 2026 - 21:25 WIB

Trending di News