Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry Wisuda 2.060 Lulusan, Termasuk Mahasiswa Korea Selatan dan Mahasiswa Program Double Degree Kisah Aulia Rizki, Anak Desa yang Raih Dua Gelar Magister dan Wakili Ribuan Wisudawan UIN Ar-Raniry Jamaah Haji Aceh Wafat di Pesawat Saat Pulang, Total Meninggal Capai 16 Orang Gubernur Aceh Takziah ke Rumah Duka Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah Sekda Aceh Terima Tim Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kediaman Resmi Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman

News

Minyak Dunia Sentuh US$80, Pemerintah Klaim Fiskal Masih Aman

badge-check


					Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa Perbesar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan lonjakan harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak akan mengganggu stabilitas keuangan negara.

Harga minyak mentah global yang sempat menyentuh level US$ 80 per barel, menurut Purbaya, masih berada dalam batas aman asumsi fiskal pemerintah.

“Bahkan saya hitung kalau sampai ke US$ 92 per barel pun kita masih bisa kendalikan anggarannya, jadi tak masalah,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Selasa (3/3/2026).

Strategi Antisipasi Lonjakan Harga

Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif apabila harga minyak terus merangkak naik. Salah satu strategi utama adalah memperketat pengawasan penerimaan pajak guna mencegah kebocoran.

“Jadi bisa kurangi tekanan ke defisit. Kalau sudah bagus nanti kita lihat dampaknya seperti apa baru kita hitung langkah-langkah yang perlu kita lakukan,” jelasnya.

Dengan langkah tersebut, Purbaya meyakini potensi pelebaran defisit akibat gejolak global masih dapat dikendalikan.

“Kalaupun globalnya (harga minyak) di atas, selama kita bisa jaga domestik demand yang 90% kontribusinya ke ekonomi kita, juga masih bisa survive,” tegasnya.

Dampak Konflik Timur Tengah ke Pasar Energi Global

Kenaikan harga komoditas energi terjadi di awal pekan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz serta pembatasan kapal komersial di kawasan tersebut dinilai berpotensi mengganggu jalur perdagangan global.

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia. Gangguan di kawasan ini dapat memicu lonjakan permintaan komoditas energi seperti minyak mentah dan gas alam.

Berdasarkan data Trading Economics per Selasa (3/3) pukul 12.00 WIB:

Harga minyak mentah WTI berada di level US$ 72,6 per barel, naik 11,38% dalam sebulan dan 26,36% secara year to date (YTD).

Harga gas alam kembali menembus US$ 3,0 per MMBtu setelah sempat turun ke US$ 2,8 pada pekan sebelumnya. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry Wisuda 2.060 Lulusan, Termasuk Mahasiswa Korea Selatan dan Mahasiswa Program Double Degree

22 Juni 2026 - 16:23 WIB

Kisah Aulia Rizki, Anak Desa yang Raih Dua Gelar Magister dan Wakili Ribuan Wisudawan UIN Ar-Raniry

22 Juni 2026 - 16:21 WIB

Jamaah Haji Aceh Wafat di Pesawat Saat Pulang, Total Meninggal Capai 16 Orang

22 Juni 2026 - 11:51 WIB

BINUS Medan Dorong Inovasi Human-Centered dalam Semangat Global Digitalpreneur

20 Juni 2026 - 20:50 WIB

Prof Jimly Semprot PTUN Soal Disertasi Bahlil: Hakim Ketinggalan Zaman, Rusak Etika UI!

20 Juni 2026 - 13:05 WIB

Trending di News