Menu

Mode Gelap
Jelang FASI, Bupati Alfarlaky Terima Audiensi Pengurus BKPRMI Julok Juara Lomba Masak Serba Ikan Se-Aceh Timur Terima Kunjungan PLN, Ketua DPRK Banda Aceh Minta Antisipasi Krisis Listrik Saat Bencana UIN Ar-Raniry Siapkan Dosen Hadapi Perkuliahan Perdana Pendidikan Dokter Wakili Aceh, Tangke Tampil di Lake Toba Traditional Music Festival UIN Ar-Raniry Buka Pendaftaran Prodi Kedokteran, Seleksi Digelar 12 September

Pemerintahan

Pemerintah Aceh Memulangkan 5 Warga Aceh Korban TPPO di Myanmar dari Jakarta

badge-check


					Lima warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar, saat dipulangkan ke Aceh, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 30 Maret 2025. Perbesar

Lima warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar, saat dipulangkan ke Aceh, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 30 Maret 2025.

JAKARTA – Pemerintah Aceh hari ini, Minggu, 30 Maret 2025, memulangkan lima warga Aceh yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar, dari Jakarta.

Advertisements
Ad 33

Lima dari 11 orang warga Aceh yang dipulangkan dari Myanmar ini, sudah tiba di Jakarta sejak 20 Maret 2025 lalu. Kedatangan mereka saat itu di Bandara Soekarno-Hatta, disambut Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA).

“Waktu itu enam orang lebih dulu pulang ke Aceh secara mandiri, karena dibantu oleh keluarganya masing-masing. Sedangkan lima orang lagi, selama di Jakarta menginap di Rumah Singgah Cipinang, Jakarta Timur, milik pemerintah Aceh, dan untuk konsumsi mereka juga kita fasilitasi,” kata Plt Kepala BPPA Said Marzuki S.IP., M.Si.

Adapun untuk pemulangan kelima warga Aceh tersebut pada hari ini, BPPA melakukan kerja sama dengan pihak Dinas Sosial Aceh. Mereka menumpangi pesawat Garuda Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Hal ini merupakan arahan langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, untuk memfasilitasi warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar,” katanya.

Said menambahkan, Pemerintah Aceh sebelumnya mengetahui keberadaan 11 warga Aceh di Myanmar, setelah mendapatkan informasi dari Kementerian Luar Negeri. “Kita selalu mewakili Pemerintah Aceh di Jakarta, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, serta pihak lainnya yang terlibat,” ujarnya.

Diketahui, pemerintah memulangkan 564 WNI pekerja online scam di Myanmar. Pemulangan dilakukan oleh Satgas Gabungan dari KBRI Yangon, KBRI Bangkok, dan Polri yang dikomandoi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Adapun kelima warga Aceh tersebut, diantaranya, Syahrul Ramazan (22) asal Angkieng Barat, Samalanga, Bireuen, Riza Fadillah (26) warga Matang Seulimeng, Langsa Barat, Kota Langsa, Alfandi Pratama (27) asal
Laksmana, Jumpa, Bireuen, serta Muklis Saputra (27) dan Muhammad Jafar (21) berasal dari Gelanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Taufik Jadi Plt Sekda Aceh, Wagub Dek Fadh: Jaga Integritas dan Bangun Komunikasi yang Baik

24 Agustus 2026 - 22:54 WIB

Pulihkan Infrastruktur Gayo Lues, Pemerintah Aceh Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

24 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Wagub Aceh Hadiri Haul ke-4 Abu Tumin di Dayah Babussalam Blang Bladeh

16 Agustus 2026 - 23:35 WIB

Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Bantuan Kementan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

5 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Wagub Aceh: Dayah Benteng Utama Membangun Generasi Beriman dan Berakhlak

1 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Trending di Pemerintahan