Menu

Mode Gelap
Sabet Sembilan Penghargaan, Aceh Raih Prestasi Gemilang di Anugerah Adinata Syariah 2026 UIN Ar-Raniry Usulkan Tambah Kuota dan Biaya Hidup KIP Kuliah ke Bappenas Sekda Aceh Tekankan Sinergi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Ekonomi Sambut Baik Kapolda Irjen Ruddi, Gubernur Mualem: Mari Sama-sama Bangun Aceh Gas Blok Andaman, Ini Empat Poin Surat Gubernur Mualem untuk Presiden Matamuda 2026 Jadi Momentum Awal Pemetaan Potensi Siswa Madrasah di Aceh

Pemerintahan

Pemerintah Aceh Memulangkan 5 Warga Aceh Korban TPPO di Myanmar dari Jakarta

badge-check


					Lima warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar, saat dipulangkan ke Aceh, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 30 Maret 2025. Perbesar

Lima warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar, saat dipulangkan ke Aceh, melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu, 30 Maret 2025.

JAKARTA – Pemerintah Aceh hari ini, Minggu, 30 Maret 2025, memulangkan lima warga Aceh yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar, dari Jakarta.

Lima dari 11 orang warga Aceh yang dipulangkan dari Myanmar ini, sudah tiba di Jakarta sejak 20 Maret 2025 lalu. Kedatangan mereka saat itu di Bandara Soekarno-Hatta, disambut Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA).

“Waktu itu enam orang lebih dulu pulang ke Aceh secara mandiri, karena dibantu oleh keluarganya masing-masing. Sedangkan lima orang lagi, selama di Jakarta menginap di Rumah Singgah Cipinang, Jakarta Timur, milik pemerintah Aceh, dan untuk konsumsi mereka juga kita fasilitasi,” kata Plt Kepala BPPA Said Marzuki S.IP., M.Si.

Adapun untuk pemulangan kelima warga Aceh tersebut pada hari ini, BPPA melakukan kerja sama dengan pihak Dinas Sosial Aceh. Mereka menumpangi pesawat Garuda Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

“Hal ini merupakan arahan langsung dari Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, untuk memfasilitasi warga Aceh yang jadi korban TPPO di Myanmar,” katanya.

Said menambahkan, Pemerintah Aceh sebelumnya mengetahui keberadaan 11 warga Aceh di Myanmar, setelah mendapatkan informasi dari Kementerian Luar Negeri. “Kita selalu mewakili Pemerintah Aceh di Jakarta, menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, serta pihak lainnya yang terlibat,” ujarnya.

Diketahui, pemerintah memulangkan 564 WNI pekerja online scam di Myanmar. Pemulangan dilakukan oleh Satgas Gabungan dari KBRI Yangon, KBRI Bangkok, dan Polri yang dikomandoi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Adapun kelima warga Aceh tersebut, diantaranya, Syahrul Ramazan (22) asal Angkieng Barat, Samalanga, Bireuen, Riza Fadillah (26) warga Matang Seulimeng, Langsa Barat, Kota Langsa, Alfandi Pratama (27) asal
Laksmana, Jumpa, Bireuen, serta Muklis Saputra (27) dan Muhammad Jafar (21) berasal dari Gelanggang Gampong, Kota Juang, Bireuen.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sabet Sembilan Penghargaan, Aceh Raih Prestasi Gemilang di Anugerah Adinata Syariah 2026

7 Juli 2026 - 16:16 WIB

Sekda Aceh Tekankan Sinergi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Ekonomi

6 Juli 2026 - 19:54 WIB

Sambut Baik Kapolda Irjen Ruddi, Gubernur Mualem: Mari Sama-sama Bangun Aceh

6 Juli 2026 - 19:51 WIB

Gas Blok Andaman, Ini Empat Poin Surat Gubernur Mualem untuk Presiden

6 Juli 2026 - 19:48 WIB

Pimpin Tanam Padi Perdana Pasca Bencana, Sekda Aceh: Jaga Stabilitas Pangan Tetap Aman

6 Juli 2026 - 11:36 WIB

Trending di Pemerintahan