Menu

Mode Gelap
Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat Komisi VII Dorong Petani dan Industri Terhubung Langsung ke Pasar Jean Mangabeira Siap Bawa Dewa United Amankan Tiga Poin dari PSS Lini Pertahanan Jadi Sorotan PSS Jelang Hadapi Dewa United Dewa United Bidik Tiga Poin, Osmar Loss Waspadai PSS Sleman

Uncategorized

Pertamina Operasikan Kilang Maksimal 1,1 Juta Barel Jelang Lebaran

badge-check


					Kilang BBM yang dioperasikan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di Balikpapan. (Foto: PT.Pertamina) Perbesar

Kilang BBM yang dioperasikan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di Balikpapan. (Foto: PT.Pertamina)

BANDA ACEH – PT Pertamina Patra Niaga menyatakan, seluruh kilang minyak yang dioperasikannya berproduksi secara maksimal untuk memenuhi lonjakan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Langkah itu diambil dengan menggeser orientasi operasional dari keuntungan (profitability) menjadi ketersediaan (availability) produk.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menyatakan saat ini pihaknya telah menetapkan mode operasi kilang pada kapasitas tertinggi untuk menghasilkan volume sebanyak-banyaknya.

“Produksi kilang sendiri kita sudah pada posisi maksimal. Jadi kita operasikan kilang itu pada posisi maksimal produksi, konteksnya quantity,” ujar Mars Ega, melalui keterangan resmi, d Senin (16/3/2026).

Menurut Mars Ega, perubahan strategi itu dilakukan karena peningkatan kebutuhan BBM masyarakat tidak dapat dihindari. Pertamina Patra Niaga tidak lagi berorientasi pada optimasi profit kilang, melainkan pada aspek ketersediaan produk di tengah tingginya permintaan.

“Karena tugas kami itu memastikan availability, accessibility, acceptability, dan juga affordability. Jadi kami mengutamakan availability sehingga mode kilangnya adalah mode memaksimalkan kuantitas produksi. Saat ini berproduksi kurang lebih 1,1 juta barel,” katanya.

Ia mengatakan, seluruh kilang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia telah dipastikan beroperasi secara optimal untuk menjaga rantai pasok dan menstok ulang (top up) penjualan yang terus berlangsung.

“Dan sejauh ini tadi sudah kami sampaikan mode kilang kita setting adalah mode maksimal quantity. Jadi maksimal produksi dalam konteks memaksimalkan keluaran volumenya. Dengan konteks perubahan mode ini, mudah-mudahan ini bisa melakukan atau menjaga ketersediaan stok kita selalu pada level aman,” ujar Mars Ega.

Pertamina Patra Niaga mencatat sejumlah kilang yang beroperasi maksimal saat ini berada di Dumai, Plaju, Balongan, Cilacap, Balikpapan, dan Sorong.

Selain fokus pada produksi, perseroan juga terus memonitor distribusi hingga ke lembaga penyalur, mengingat potensi hambatan seperti kemacetan, cuaca buruk, bencana alam, atau kerusakan fasilitas.

Di sisi lain, untuk mendukung distribusi BBM dan LPG secara nasional, Pertamina Patra Niaga menyiagakan armada logistik yang masif.

Sedangkan, Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menjelaskan bahwa transportasi laut menjadi tulang punggung ketahanan energi, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Saat ini yang dioperasikan oleh subholding downstream tidak kurang dari 345 unit kapal dan bisa terus bertambah sesuai kebutuhan, baik untuk mengangkut minyak mentah, produk BBM, maupun LPG. Sekitar 60 persen distribusi LPG di Jawa Tengah di-support oleh kapal-kapal seperti ini,” katanya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Baleg DPR Soroti Warga Kehilangan Tanah, Wacanakan Pengadilan Agraria

13 September 2026 - 13:44 WIB

TVRI Rumahkan 17 Kontributor di Aceh, Empat Asosiasi Pers Layangkan Protes

12 September 2026 - 14:31 WIB

Dua Jam Tanpa Sekat, Syech Muharram Titip Pesan kepada SMSI Aceh Besar

10 September 2026 - 13:30 WIB

Kejari Banda Aceh Musnahkan Barang Bukti 61 Perkara, Termasuk Alat Kontrasepsi

28 April 2026 - 11:06 WIB

‎Jelang Ramadhan, Sekda Aceh Koordinasi Percepatan Pembangunan Huntara

7 Februari 2026 - 05:14 WIB

Trending di Uncategorized