Menu

Mode Gelap
TTI: Jangan Cuma Peringatan! Bongkar Tambang Ilegal hingga Otak di Baliknya Prodi Teknologi Informasi Paling Diminati pada PMB Reguler SSE UIN Ar-Raniry 2026 Kejari Banda Aceh Terima Pelimpahan Tersangka Kasus Ikhtilat dari Satpol PP dan WH Wagub Aceh Minta Baitul Mal Kelola Zakat dan Sedekah Secara Transparan agar Dipercaya Masyarakat DWP Aceh Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah bagi Ratusan Siswa Terdampak Banjir Kiper Timnas Indonesia U20 Gabung Kendal Tornado FC

News

TTI: Jangan Cuma Peringatan! Bongkar Tambang Ilegal hingga Otak di Baliknya

badge-check


					Koordinator TTI, Nasruddin Bahar Perbesar

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar

BANDA ACEH – Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendukung langkah tegas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Asnawi, yang menyatakan seluruh aktivitas tambang ilegal harus dihentikan dan alat berat wajib keluar dari kawasan hutan. Namun, TTI mengingatkan pernyataan keras tanpa aksi nyata di lapangan hanya akan jadi retorika kosong.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, menilai praktik tambang emas ilegal di Aceh selama ini berlangsung terang-terangan. Puluhan hingga ratusan alat berat beroperasi bebas di kawasan hutan tanpa izin. Kondisi ini dinilai mustahil luput dari pantauan aparat.

“Publik sudah muak dengan peringatan. Yang dibutuhkan sekarang adalah tindakan. Kalau serius, bersihkan semua alat berat dan proses hukum pelakunya,” tegas Nasruddin.

Menurut TTI, tambang ilegal bukan sekadar aktivitas penambang di lapangan. Ada dugaan kuat keterlibatan jaringan besar: pemodal, penyedia alat berat, pemasok BBM, hingga penadah hasil tambang—bahkan pihak-pihak yang diduga memberi ‘perlindungan’ sehingga praktik ini terus berjalan.

TTI menegaskan, penertiban tidak boleh berhenti pada penyitaan alat berat. Aparat harus membongkar aliran uang dan mengungkap siapa yang selama ini menikmati keuntungan dari perusakan hutan dan pencemaran lingkungan.

“Selama otak di baliknya tidak disentuh, tambang ilegal akan terus hidup. Hari ini alat disita, besok datang lagi yang baru,” ujar Nasruddin.

TTI juga mendesak Pemerintah Aceh membentuk tim terpadu lintas lembaga—melibatkan ESDM, Polda Aceh, Kejaksaan Tinggi Aceh, Gakkum Kementerian Kehutanan, hingga pemerintah kabupaten—untuk operasi berkelanjutan, bukan sekadar razia sesaat yang cepat hilang gaungnya.

Selain itu, distribusi BBM harus diawasi ketat. TTI menilai, selama rantai pasok logistik tidak diputus, tambang ilegal akan terus beroperasi tanpa hambatan.

TTI berharap instruksi Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Kadis ESDM bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi momentum nyata untuk menunjukkan keberpihakan pada penyelamatan lingkungan.

“Jangan sampai Aceh hanya terlihat tegas di atas kertas. Bongkar tambang ilegal sampai ke akar—termasuk siapa aktor intelektual yang selama ini bermain di balik layar,” tutup Nasruddin Bahar.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Prodi Teknologi Informasi Paling Diminati pada PMB Reguler SSE UIN Ar-Raniry 2026

15 Juli 2026 - 22:34 WIB

Kejari Banda Aceh Terima Pelimpahan Tersangka Kasus Ikhtilat dari Satpol PP dan WH

15 Juli 2026 - 22:29 WIB

Pakar Indonesia-Malaysia Bahas Digitalisasi Manuskrip Nusantara di UIN Ar-Raniry

15 Juli 2026 - 09:57 WIB

Mujiburrahman: Keberagaman Indonesia Modal Diplomasi Perdamaian Dunia

15 Juli 2026 - 09:54 WIB

FDK UIN Ar-Raniry Banda Aceh Laksanakan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah

15 Juli 2026 - 09:52 WIB

Trending di News