Menu

Mode Gelap
Hari Damai Aceh ke-21, Wali Nanggroe Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Lembaga Wali Nanggroe Perkuat Literasi Hukum Kekhususan Aceh di Langsa Indonesia Masih Bergantung Impor Kedelai, DPR Dorong Cetak 1 Juta Hektare Lahan Pelatih Persik Ingin Bawa Trofi dari Pramusim di Malaysia Warul Walidin dalam Kenangan Mujiburrahman: Guru Bangsa dan Rektor Senior UIN Ar-Raniry Menag Nasaruddin Umar Dorong UIN Ar-Raniry Jadi Pusat Peradaban Islam Modern

Pemerintahan

Wakil Bupati Buka Konferensi PGRI Aceh Besar Ke-23 Tahun 2025

badge-check


					Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri memberikan sambutan dan sekaligus membuka Konferensi PGRI Aceh Besar Ke-23 yang digelar di Aula Sekretariat PGRI Aceh Besar, Lambaro, Ingin Jaya, Selasa (13/05/2025).
FOTO/PROKOPIM ACEH BESAR Perbesar

Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri memberikan sambutan dan sekaligus membuka Konferensi PGRI Aceh Besar Ke-23 yang digelar di Aula Sekretariat PGRI Aceh Besar, Lambaro, Ingin Jaya, Selasa (13/05/2025). FOTO/PROKOPIM ACEH BESAR

ACEH BESAR – Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri secara resmi membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh Besar Ke-23 yang digelar di Aula Sekretariat PGRI Aceh Besar, Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa (13/05/2025).

Konferensi PGRI yang mengangkat tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas” itu turut dihadiri Ketua PGRI Aceh Munzir S.Pdi M.Si beserta jajaran dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Bahrul Jamil S.Sos MSi.

Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri dalam sambutannya mengucapkan selamat melaksanakan musyawarah pada Konferensi PGRI Aceh Besar yang ke-23, dalam rangka menentukan kepengurusan dan arah perjuangan lima tahun kedepan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kami mengucapkan selamat bermusyawarah, semoga PGRI semakin jaya salam menjalankan roda organisasi dan menjadi partner paling baik pemerintah,” katanya sebelum membuka Konferensi tersebut.

Wakil Bupati juga mengatakan PGRI punya peran penting untuk memperjuangkan hak-hak guru, peningkatan pendidikan bagi peserta didik, hingga memerdekaan dunia pendidikan dari kebodohan.

“Laksanakan peran tersebut dengan sebaik-baiknya, tugas dan tanggung jawab kita sangat penting dan mulia, walaupun berbagai rintangan akan dihadapi baik kebijakan anggaran dan lain sebagainya, namun kami yakin kita mampu melakukannya dengan baik,” imbuhnya.

Ketua PGRI Aceh Al Munzir mengatakan organisasi PGRI merupakan rumah besar bagi para guru, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk membesarkan organisasi, melakukan program-program pengembangan kompetensi guru serta terus mengadvokasi berbagai persoalan guru.

“PGRI harus terus hadir menjadi rumah besar bagi para guru, baik dalam memperjuangkan aspirasi para guru, maupun dalam memperjuangkan dan mengisi arah pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa depan Indonesia Emas,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PGRI Aceh Besar Dr. Agus Jumaidi S.Pd.I, MPd dalam sambutannya mengucapkan terima atas dukungan pemerintah dalam mendukung program kegiatan PGRI selama ini.

“Apresiasi kami atas nama PGRI Aceh Besar yang telah mendukung berbagai program dan kegiatan organisasi,” katanya.

60 Peserta dari Pengurus Cabang PGRI Se-Aceh Besar tersebut akan melangsungkan musyawarah selama sehari untuk merumuskan arah perjuangan PGRI Aceh Besar lima tahun kedepan.(**)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pemerintah Aceh Jelaskan Posisi Bantuan Kementan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

5 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Wagub Aceh: Dayah Benteng Utama Membangun Generasi Beriman dan Berakhlak

1 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Silaturahmi Bersama Imam Masjid Raya Baiturrahman, Wagub Aceh Perkuat Sinergi dengan Ulama

1 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Cegah Kegaduhan, Pemerintah Aceh Minta Pertamina Perbaiki Pelayanan SPBU

31 Juli 2026 - 10:15 WIB

Kementan Siapkan 2,5 Triliun, Pesan Mualem: Maksimalkan untuk Pemulihan Sawah dan Kebun

28 Juli 2026 - 13:24 WIB

Trending di Pemerintahan