Menu

Mode Gelap
Berkah Idul Fitri, Pedagang Kue di Lambaro Raup Keuntungan Besar Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran Arus Mudik Lebaran H+3 Lancar Mudik ke Seunuddon, Kak Na Santuni Anak Yatim dan Ziarah ke Makam Keluarga Klok Klaim Persib Punya Pengalaman di Jalur Juara Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

News

155.193 Warga Masih di Pengungsian

badge-check


					155.193 Warga Masih di Pengungsian Perbesar

BANDA ACEH – Sebanyak 155.193 jiwa atau 49.800 kepala keluarga (KK) hingga kini masih bertahan di pengungsian pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 lalu. Pemerintah terus memacu pembangunan hunian sementara (huntara)

Data warga di pengungsian tersebut dihimpun Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh hingga Selasa (13/1/2026) pukul 15.55 WIB.

Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan jumlah pengungsi tersebar di 988 titik lokasi pengungsian di berbagai kabupaten/kota.

“Pengungsi terbanyak saat ini berada di Aceh Utara dengan 67.876 jiwa, disusul Aceh Tamiang sebanyak 26.040 jiwa, Gayo Lues 19.906 jiwa, dan Pidie Jaya 14.794 jiwa,” ujar Murthalamuddin.

Selain itu, sejumlah pengungsi yang masih bertahan juga tercatat di Aceh Timur sebanyak 8.507 jiwa, Aceh Tengah 8.021 jiwa, Bireuen 5.895 jiwa, Bener Meriah 2.116 jiwa, Nagan Raya 1.763 jiwa, Lhokseumawe 138 jiwa, serta Pidie 137 jiwa.

Murthalamuddin menjelaskan, banjir dan longsor telah menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Sebanyak 148.819 unit rumah dilaporkan terdampak, dengan rincian 64.740 unit rusak ringan, 40.114 unit rusak sedang, serta 29.755 unit rusak berat atau hilang. Hingga saat ini, pendataan merinci 14.210 unit mengalami rusak berat dan 1.942 unit hilang.

Ia menyampaikan, pemerintah bersama unsur terkait saat ini terus memacu pembangunan huntara bagi warga yang masih bertahan di pengungsian, sembari persiapan pembangunan hunian tetap (huntap) agar masyarakat terdampak dapat segera kembali menempati rumah layak dan aman.

“Pemerintah terus berupaya memastikan pemulihan berjalan bertahap dan berkelanjutan, sehingga masyarakat terdampak bisa kembali hidup normal dengan kondisi hunian yang lebih layak,” pungkas Murthalamuddin. []

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Berkah Idul Fitri, Pedagang Kue di Lambaro Raup Keuntungan Besar

24 Maret 2026 - 01:32 WIB

Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

24 Maret 2026 - 01:29 WIB

Arus Mudik Lebaran H+3 Lancar

24 Maret 2026 - 01:24 WIB

Netanyahu Ketar Ketir Minta Bantuan Negara Lain Serang Iran

24 Maret 2026 - 01:02 WIB

Polri: Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret 2026

23 Maret 2026 - 01:15 WIB

Trending di News