Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi Wagub Aceh Perkuat Silaturahmi dengan Ulama dan Dayah di Aceh Selatan Persiraja Gelar Latihan Perdana 1 Agustus 2026 Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026 Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

News

Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

badge-check


					Suasana di lokasi penjualan kue tradisional, di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR Perbesar

Suasana di lokasi penjualan kue tradisional, di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

ACEH BESAR – Meski tampak sepi dari pengunjung, para pedagang kue tradisional justru mengaku mengalami peningkatan penjualan saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Peningkatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dibandingkan hari-hari biasa, terutama dalam tiga hari Lebaran, di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026).

Seorang pedagang kue tradisional, Kak Nong mengatakan, meskipun kondisi pasar tampak sepi, minat masyarakat untuk membeli kue tetap tinggi. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh tradisi saling berkunjung saat Lebaran.

“Walaupun terlihat tidak terlalu ramai, penjualan kami justru meningkat. Dalam tiga hari Lebaran ini bisa naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa,” ujar Kak Nong.

Menurutnya, kue-kue tradisional seperti bolu, adee, dan kekarah menjadi favorit pembeli. Kue tersebut umumnya dibeli untuk dibawa sebagai buah tangan saat bersilaturahmi ke rumah keluarga maupun kerabat.

“Biasanya pembeli mencari kue untuk dibawa saat berkunjung. Bolu, adee, dan kekarah paling banyak diminati,” katanya.

Senada itu, pedagang lainnya, Sapura mengungkapkan, kondisi Lebaran tahun ini berbeda dibandingkan momen sebelumnya, terutama saat pergantian tahun yang cenderung sepi pengunjung.

“Kalau tahun baru kemarin hampir tidak ada tamu, mungkin karena efek musibah. Tapi Lebaran kali ini mulai ramai, bahkan ada sebagian yang kita lihat merupakan tamu dari luar daerah yang datang,” sebut Sapura.

Menurutnya, kedatangan tamu dari luar daerah turut mendorong peningkatan permintaan kue tradisional di kawasan tersebut, terutama selama momen libur Lebaran.

“Dengan adanya tamu dari luar daerah yang memanfaatkan waktu libur Lebaran ini, penjualan kue tradisional justru meningkat,” imbuhnya.(*)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

19 Juli 2026 - 14:26 WIB

Wali Nanggroe Usulkan Aceh Jadi Pilot Project Pengadilan Niaga Syariah Nasional

18 Juli 2026 - 21:12 WIB

TTI: Jangan Cuma Peringatan! Bongkar Tambang Ilegal hingga Otak di Baliknya

17 Juli 2026 - 08:20 WIB

Prodi Teknologi Informasi Paling Diminati pada PMB Reguler SSE UIN Ar-Raniry 2026

15 Juli 2026 - 22:34 WIB

Trending di News