ACEH UTARA – PIC Yayasan Rencong Pase Gemilang, Syarifuddin, meminta pemerintah tetap menjaga keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama ini manfaatnya telah dirasakan masyarakat.
Hal itu disampaikannya menanggapi wacana pemanfaatan kantin sekolah sebagai dapur MBG. Menurut Syarifuddin, rencana tersebut perlu dikaji secara matang karena kondisi dan kesiapan setiap sekolah berbeda.
“Program MBG adalah program yang sangat baik dan harus kita dukung bersama. Kritik yang kami sampaikan bukan terhadap programnya, tetapi sebagai bentuk kepedulian agar pelaksanaannya semakin kuat, aman, dan berkelanjutan,” ujar Syarifuddin.
Ia menilai dapur MBG memiliki kebutuhan yang jauh lebih kompleks dibandingkan kantin sekolah, terutama terkait standar kebersihan, keamanan pangan, kapasitas produksi, sanitasi, penyimpanan bahan makanan, hingga pengelolaan limbah.
Karena itu, jika kantin sekolah akan dilibatkan sebagai dapur MBG, pemerintah perlu melakukan pemetaan dan memastikan kesiapan fasilitas, tenaga kerja, anggaran serta sistem pengawasan.
Syarifuddin juga mengingatkan agar pelaksanaan MBG tidak menambah beban kepala sekolah dan guru. Menurutnya, sekolah sebaiknya tetap fokus pada kegiatan pendidikan, sementara pengelolaan produksi makanan dilakukan oleh pihak yang memiliki kapasitas dan kompetensi.
Selain aspek gizi, ia meminta pemerintah tetap memperhatikan dampak ekonomi program MBG terhadap petani, pemasok bahan pangan, pelaku usaha kecil dan tenaga kerja lokal.
“MBG bukan hanya memberikan manfaat gizi bagi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Ekosistem yang sudah berjalan baik harus dijaga dan diperkuat,” katanya.
Syarifuddin berharap evaluasi terhadap pelaksanaan MBG dilakukan secara berkala agar setiap kendala di lapangan dapat segera diperbaiki tanpa mengurangi tujuan utama program.
“Kita ingin MBG terus berjalan dan semakin baik. Setiap perubahan harus memperkuat program, bukan menciptakan beban baru,” pungkasnya.











