Menu

Mode Gelap
Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

Pemerintahan

Indonesia Dapat Kuota 221 Ribu Jemaah, Ini Detilnya

badge-check


					Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan perhajian (MoU) untuk musim haji 1446 H /2025 M. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah, di Jeddah./Foto Istimewa/Humas Kemenag Perbesar

Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan perhajian (MoU) untuk musim haji 1446 H /2025 M. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah, di Jeddah./Foto Istimewa/Humas Kemenag

ACEHSIBER.COM – Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Nasaruddin Umar, mengumumkan bahwa Indonesia telah resmi menandatangani kesepakatan dengan Arab Saudi mengenai pelaksanaan ibadah haji untuk tahun 1446 H/2025 M. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah kuota jemaah haji Indonesia yang ditetapkan sebanyak 221 ribu orang.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (13/1/2025), Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan kebahagiaannya atas kesepakatan yang telah tercapai. “Alhamdulillah, hari ini kami telah menandatangani kesepakatan haji dengan pihak Arab Saudi. Salah satu hal yang kami sepakati adalah jumlah jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan pada masa operasional haji 1446 H/2025 M sebanyak 221 ribu orang,” ujar Menag dalam siaran resminya.

Selain Menag Nasaruddin Umar, hadir dalam penandatanganan MoU tersebut Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) Mochamad Irfan Yusuf, Wakil BP Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, serta sejumlah pejabat lainnya dari Kementerian Agama dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah.

Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa keberangkatan dan kepulangan 221 ribu jemaah haji Indonesia akan dibagi pada dua bandara utama di Arab Saudi, yaitu Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah dan Bandara King Abdul Aziz di Jeddah.

“Sebanyak 110.500 jemaah akan datang melalui Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah dan pulang melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Sementara, setengahnya lagi akan datang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan pulang melalui Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz Madinah,” katanya.

Upaya Meningkatkan Kuota Petugas

Menag juga menyampaikan bahwa Indonesia mendapatkan kuota petugas sebanyak 2.210 orang atau sekitar 1 persen dari total kuota jemaah. Namun, Menag tidak berhenti di situ dan terus berupaya untuk memperoleh tambahan kuota petugas demi memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada jemaah haji. “Kami akan terus melobi Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah agar Indonesia bisa mendapatkan tambahan kuota petugas,” tambah Menag.

Salah satu hal penting dalam MoU yang disepakati adalah pengaturan terkait keamanan selama pergerakan jemaah haji, khususnya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Jemaah diingatkan untuk mematuhi peraturan yang berlaku di Arab Saudi, termasuk terkait dengan penggunaan perangkat fotografi yang tidak boleh mengganggu ketertiban umum.

“Jemaah haji Indonesia diminta untuk tidak mengibarkan bendera negara tertentu atau mempublikasikan slogan-slogan politik. Kami juga mengimbau agar jemaah menghormati dan menjaga kesucian Dua Tanah Suci,” tegas Menag.

Menag: Fokus pada Pelayanan Terbaik

Selain penandatanganan MoU, kunjungan Menag ke Arab Saudi juga termasuk menghadiri Mu’tamar dan Pameran Haji di Jeddah. Menag menekankan pentingnya persiapan matang untuk memastikan jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan terbaik. “Fokus kita adalah bagaimana jemaah haji Indonesia bisa mendapat layanan terbaik. Ini akan kita persiapkan sejak awal,” tutup Menag.

Dengan penandatanganan kesepakatan ini, persiapan untuk pelaksanaan haji 1446 H/2025 M kini memasuki tahap finalisasi. Pemerintah Indonesia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji dapat bekerja sama untuk menyukseskan perjalanan ibadah haji yang aman dan nyaman bagi seluruh jemaah.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026

24 Juni 2026 - 23:58 WIB

Gubernur Aceh Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam

23 Juni 2026 - 14:35 WIB

Puncak Bhayangkara Fest 2026, Sekda Aceh : Wujud Kokohnya Sinergi Polri dan Masyarakat

23 Juni 2026 - 12:30 WIB

Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah

23 Juni 2026 - 12:25 WIB

Pemerintah Aceh Raih Opini WTP ke-11 Berturut-turut dari BPK RI

22 Juni 2026 - 12:36 WIB

Trending di Pemerintahan