Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

News

UIN Ar-Raniry Bahas Peluang Ekonomi Kreatif untuk Pertumbuhan Aceh

badge-check


					UIN Ar-Raniry Bahas Peluang Ekonomi Kreatif untuk Pertumbuhan Aceh Perbesar

BANDA ACEH– Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menerima kunjungan Staf Khusus Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syafriansyah, Kamis, (3/4/2025).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Rektor itu membahas peluang kerja sama dalam pengembangan ekonomi kreatif di Aceh, termasuk dalam sektor halal, gastrodiplomasi, pembiayaan usaha kreatif, serta pemanfaatan data ekonomi kreatif di lingkungan akademik.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengapresiasi Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang juga putra Aceh, telah menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah prioritas dalam program pengembangan ekonomi kreatif.

Mujiburrahman didampingi jajaran pimpinan universitas, menegaskan kesiapan kampus untuk bersinergi dengan Kemenparekraf dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Aceh.

“Kami memiliki sumber daya yang siap untuk menjalankan berbagai program ekonomi kreatif. UIN Ar-Raniry telah berkontribusi dalam tren kerja kreatif, mulai dari laboratorium sertifikasi halal hingga inkubator kewirausahaan. Mahasiswa kami juga telah menghasilkan karya-karya film berkualitas, seperti Emas Biru yang mengangkat potensi sumber daya alam dan pariwisata Pulau Aceh,” ujar Mujiburrahman.

Selain itu, Mujiburrahman mendorong pemerintah pusat agar segera membentuk lembaga struktural vertikal Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Aceh.

Menurut Konsultan Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat ini, keberadaan lembaga ini penting agar program-program nasional dapat bersinergi dengan daerah dan memberi dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Aceh.

Sementara itu, Rian Syafriansyah menyebutkan bahwa Aceh termasuk dalam 15 wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional. Ia menilai Aceh memiliki potensi besar yang dapat menjadi penggerak ekonomi lokal dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pengembangan ekonomi kreatif di Aceh menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Kami percaya bahwa potensi Aceh bisa dioptimalkan,” ujar Rian Syaf.

Kembangkan Industri Halal

Rian juga menyinggung mengenai industri halal yang punya potensi besar untuk dikembangkan di Aceh.

“Melalui Badan penyelenggara produk halal, kita bisa mendorong brand lokal untuk dapat mengakses sertifikasi halal. Aceh juga bisa mendorong Gastro doplomacy melalui berbagai produk, salah satunya kopi, untuk dikembangkan. Pasar terdekat potensial yang bisa kita akses adalah Asia tenggara,” jelas Rian.

Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Mujiburahman menyambut baik kerjasama di bidang industri halal.

“Kami sepakat untuk membangun laboratorium halal dalam upaya menciptakan ekosistem industri halal di kampus UIN Ar Raniry,” ujar Mujiburahman.

Dalam pertemuan tersebut, hadir Wakil Rektor I Muhammad Yasir Yusuf, Wakil Rektor II Khairuddin, serta sejumlah dekan dari berbagai fakultas.[rel]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

9 Mei 2026 - 14:45 WIB

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di News