Menu

Mode Gelap
Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD untuk Pemulihan Pasca Bencana Hidrometeorologi Wagub Aceh Perkuat Silaturahmi dengan Ulama dan Dayah di Aceh Selatan Persiraja Gelar Latihan Perdana 1 Agustus 2026 Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026 Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

News

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

badge-check


					UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Perbesar

BANDA ACEH— Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan Baitul Mal Kabupaten Simeulue menandatangani Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) tentang Program Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) bagi mahasiswa miskin asal Kabupaten Simeulue di ruang kerja Rektor UIN Ar-Raniry, Kamis (25/6/2026) .

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mursyid MHI bersama Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue Supriadi.

Prosesi tersebut turut disaksikan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg dan Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Ar-Raniry Dr H Iqbal SAg MAg.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengapresiasi program SKSS yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Baitul Mal. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

“Ini merupakan program yang cerdas dari Pemerintah Kabupaten Simeulue yang diinisiasi oleh Baitul Mal Simeulue. Investasi pada pendidikan tidak akan pernah rugi,” ujar Mujiburrahman.

Ia menegaskan, kemajuan Aceh pada masa depan sangat bergantung pada dua aspek utama, yakni pengembangan keagamaan dan pendidikan.

“Di berbagai kesempatan saya selalu menyampaikan bahwa Aceh akan maju apabila dua hal ini diperhatikan dengan baik, yaitu pengembangan keagamaan dan pengembangan pendidikan. Jika keduanya terbangun dengan baik, Aceh akan maju,” katanya.

Menurutnya, investasi pada sumber daya manusia akan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah dalam jangka panjang. Anak-anak Simeulue yang berhasil menempuh pendidikan tinggi, kata dia, tetap dapat berkontribusi bagi daerah asalnya meskipun nantinya berkarier di luar daerah.

“Mereka akan memikirkan pengembangan daerahnya. Walaupun tidak pulang ke kampung halaman, jejaring yang mereka miliki tetap bisa membantu pembangunan daerah dan peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.

Mujiburrahman juga berharap program tersebut dapat menjadi percontohan bagi kabupaten dan kota lain di Aceh.

“Saya kira ini bisa menjadi pilot project bagi daerah lain. Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, program ini dapat menjadi contoh sehingga perlu terus dilanjutkan dan dievaluasi secara berkala,” katanya.

Ia menambahkan, komitmen pemerintah dalam bidang pendidikan sangat penting agar melahirkan berbagai kebijakan dan program yang berpihak kepada masyarakat.

UIN Ar-Raniry, lanjutnya, juga terus menyediakan berbagai skema bantuan pendidikan bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa asal Simeulue yang telah menerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, beasiswa Bank Indonesia, serta dukungan dari berbagai mitra lainnya.

“Kami akan memfasilitasi anak-anak Simeulue agar dapat menempuh pendidikan dengan baik dan nantinya memberi manfaat bagi pemerintah daerah maupun masyarakat Simeulue,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Baitul Mal Kabupaten Simeulue Supriadi, mengatakan Program Satu Keluarga Satu Sarjana merupakan bagian dari visi pembangunan “Simeulue Cerdas” yang diusung pemerintah daerah.

Menurutnya, dana umat yang selama ini bersifat konsumtif kini diarahkan menjadi lebih produktif melalui pembiayaan pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

“Dana umat yang sebelumnya lebih bersifat konsumtif kami ubah menjadi produktif, sehingga dapat dimanfaatkan untuk melahirkan dokter, guru, birokrat, dan berbagai profesi lainnya dari anak-anak Simeulue,” kata Supriadi.

Ia menjelaskan, program tersebut diperkuat melalui Peraturan Bupati Simeulue Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana bagi Mahasiswa Miskin yang Bersumber dari Dana Zakat dan Infak pada Baitul Mal Kabupaten Simeulue.

“Program ini menjadi bagian dari visi dan misi pemerintah daerah untuk mewujudkan Simeulue yang cerdas dan berdaya saing melalui peningkatan kualitas pendidikan masyarakat,” ujarnya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ketua DPRK Jamu Anak Yatim Bersama Partner Berbagi

19 Juli 2026 - 14:34 WIB

Terungkap! Pelaku Curas Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi

19 Juli 2026 - 14:26 WIB

Wali Nanggroe Usulkan Aceh Jadi Pilot Project Pengadilan Niaga Syariah Nasional

18 Juli 2026 - 21:12 WIB

TTI: Jangan Cuma Peringatan! Bongkar Tambang Ilegal hingga Otak di Baliknya

17 Juli 2026 - 08:20 WIB

Prodi Teknologi Informasi Paling Diminati pada PMB Reguler SSE UIN Ar-Raniry 2026

15 Juli 2026 - 22:34 WIB

Trending di News