Menu

Mode Gelap
Tekad PSM Bangkit Di Periode Sulit Dewan Pers Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik di Tengah Pemanfaatan AI Saatnya Pers Nasional Beradaptasi di Era Kecerdasan Artifisial Wagub Aceh Turun Tangan, Polemik Huntara Bireuen Diputuskan DWP UIN Ar-Raniry Salurkan Rp50 Juta untuk Korban Bencana di Sawang Aceh Utara Menkomdigi Ajak Pers Jaga Kualitas

Pemerintahan

Pemerintah Komitmen Bela Rakyat Kecil, Tolak Unjuk Rasa Anarkisme

badge-check


					Presiden RI, Prabowo Subianto, menjenguk masyarakat dan anggota Polri yang menjadi korban aksi demonstrasi dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat 1 R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025). BPMI Setpres Perbesar

Presiden RI, Prabowo Subianto, menjenguk masyarakat dan anggota Polri yang menjadi korban aksi demonstrasi dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat 1 R. Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025). BPMI Setpres

JAKARTA – Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemerintah akan melindungi rakyat yang menyampaikan pendapat secara damai, namun akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang sengaja membuat kerusuhan.

Pernyataan ini disampaikan usai menjenguk masyarakat dan anggota Polri korban aksi unjuk rasa di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat 1 R. Said Sukanto, Kramat Jati, DKI Jakarta, Senin (1/9/2025).

“Kalau demonstran murni yang baik, justru oleh aparat harus dilindungi. Hak menyampaikan pendapat dijamin undang-undang. Tapi ada ketentuannya, demonstrasi harus damai dan sesuai aturan,” ujar Presiden.

Kepala Negara menyampaikan keprihatinan atas tindakan anarkis yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk penggunaan petasan dan pembakaran fasilitas negara. Ia menilai hal itu bukan lagi penyampaian aspirasi, melainkan perbuatan perusuh.

“Di banyak tempat saya dapat laporan, datang truk-truk berisi petasan. Ada anggota yang terbakar leher, paha, bahkan alat vitalnya. Ini jelas perusuh, niatnya membakar,” tegasnya.

Presiden menambahkan, aksi pembakaran gedung DPR dan DPRD merupakan bentuk upaya merusak demokrasi serta mengganggu kehidupan rakyat. “Niatnya bukan menyampaikan pendapat, tapi bikin rusuh, mengganggu rakyat, dan menghancurkan pembangunan nasional untuk menghilangkan kemiskinan,” ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa seluruh program pemerintah diarahkan untuk membela rakyat kecil. Oleh karena itu, aksi anarki justru merugikan masyarakat luas. “Saya kumpulkan pengusaha besar, saya katakan: kalian sudah besar, kalian kerja, kalian penting karena menciptakan lapangan kerja. Saya harus urus yang paling miskin dan lemah,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden mengungkap adanya indikasi kelompok tertentu yang secara terencana menciptakan kerusuhan dengan mendatangi wilayah lain, melakukan pembakaran, dan memprovokasi masyarakat. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai makar yang membahayakan stabilitas bangsa.

“Ini tindakan makar, bukan penyampaian aspirasi. Semua aparat negara akan menyelidiki siapa yang bertanggung jawab. Kami sudah punya indikasi, dan tidak akan ragu-ragu menindak,” ucapnya.

Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk membela rakyat, menghadapi mafia, serta memberantas korupsi tanpa kompromi.

“Saya tidak ragu membela rakyat. Saya akan hadapi mafia sekuat apa pun atas nama rakyat. Saya bertekad memberantas korupsi. Demi Allah, saya tidak akan mundur setapak pun. Saya yakin rakyat bersama saya,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wagub Aceh Turun Tangan, Polemik Huntara Bireuen Diputuskan

8 Februari 2026 - 23:18 WIB

Waspada Akun Facebook Palsu Catut Nama Mualem, Jangan Percaya Tawaran Bantuan Lewat Medsos

5 Februari 2026 - 19:28 WIB

Sekda Aceh Hadiri Forum Konsultasi Publik Renduk PRRP Provinsi Aceh

4 Februari 2026 - 14:44 WIB

Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI

4 Februari 2026 - 14:40 WIB

Wagub Dampingi Mendagri Hadiri Apel Pemulangan Satgas Kemendagri Gelombang I di Aceh Tamiang

3 Februari 2026 - 22:53 WIB

Trending di Pemerintahan