Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

Anak Tunanetra Raih Gelar Sarjana, Tepuk Tangan untuk Doa yang Tak Melihat

badge-check


					Anak Tunanetra Raih Gelar Sarjana, Tepuk Tangan untuk Doa yang Tak Melihat Perbesar

BANDA ACEH – Suasana haru menyelimuti Auditorium Prof Ali Hasjmy kampus UIN Ar-Raniry, pada hari ketiga Wisuda Gelombang III Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Kamis (2/10/2025).

Armaya Rosa (25) berdiri gagah mengenakan toga kebanggaan kampus energi kebangsaan, sinergi membangun negeri. Di sampingnya, seorang Ayah yang tak pernah menyaksikan wajah putrinya dengan mata, tapi selalu menyalakan harapan dengan doa.

Hasril Hendra Armadi menggenggam tangan putrinya erat-erat. Kedua matanya kosong, tapi suaranya bergetar penuh syukur.

“Walaupun tidak bisa melihat langsung, saya tahu anak saya sudah menyelesaikan kuliahnya,” ujarnya lirih.

Sejenak, auditorium hening, sebelum tepuk tangan kembali bergemuruh. Banyak mata yang berkaca-kaca. Momen itu menandai perjalanan panjang dimana perjuangan, keterbatasan, dan cinta orangtua yang tak pernah padam, akhirnya sampai di panggung wisuda.

Armaya lahir di Sigli, 11 September 2000, dan besar di Banda Aceh. Ia anak pertama dari lima bersaudara. Sejak kecil, ia belajar tentang keteguhan hidup. Ayahnya, Hasril, yang tunanetra, mencari nafkah sebagai tukang pijat. Sang ibu, Saniah yang juga tunanetra bekerja sebagai tukang pijat dan mengurus rumah tangga.

Di rumah sederhana itu, pendidikan anak-anak menjadi prioritas utama. “Banyak tantangan, apalagi ekonomi keluarga kurang mampu. Tapi saya yakin anak saya bisa menyelesaikan kuliah,” kata Hasril.

Pesan itu menular ke Armaya. Selama 13 semester ia menempuh kuliah Kimia, menghadapi rintangan akademik dan motivasi. Tidak jarang ia hampir menyerah, tapi dorongan orangtuanya selalu datang menguatkan.

“Jangan minder, jangan malu, tetaplah berjuang,” begitu nasihat ayahnya.
Hari ini, perjuangan itu membuahkan hasil. Armaya lulus dengan IPK 3,11.

Di tengah stigma yang kerap menghantui anak-anak dari keluarga difabel, Armaya memilih bertahan dan bangga.

“Orangtua saya selalu menanamkan semangat. Walaupun mereka tunanetra, mereka tidak pernah menyerah. Itu membuat saya terus bertahan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Hasril selalu meneguhkan hati anak-anaknya: “Saya selalu bilang, walaupun orang tua cacat tunanetra, kalian harus bisa seperti orang lain. Alhamdulillah, anak-anak saya tidak malu punya orang tua seperti kami.”

Di panggung wisuda, Armaya tersenyum bangga. Ia tahu, di balik toga yang dikenakannya, ada peluh dan doa orangtuanya. Doa yang tak bisa melihat, tapi bisa didengar dan dirasakan.

“Saya sangat bahagia bisa membanggakan orang tua di momen ini,” ujar Armaya.

Tepuk tangan ribuan orang seakan menjadi mata bagi Hasril dan istrinya. Mereka tak bisa menatap putrinya, tapi bisa mendengar, perjuangan yang dirawat, akhirnya berbuah manis.

Armaya adalah satu dari 2.081 lulusan UIN Ar-Raniry pada Wisuda Gelombang III Tahun 2025. Jumlah itu terdiri atas 1.932 sarjana, 139 magister, dan 10 doktor. Sejak berdiri, kampus ini telah melahirkan 64.454 alumni.

Namun angka-angka itu hanya statistik. Kisah Armaya dan keluarganya memberi makna lain: pendidikan bukan sekadar ijazah, melainkan keyakinan, doa, dan cinta yang tak mengenal keterbatasan.

Mereka tak bisa menatap putrinya, tapi bisa merasakan cahaya yang lahir dari perjuangannya. Selamat Armaya atas gelar sarjananya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News