Menu

Mode Gelap
DWP UIN Ar-Raniry Salurkan Rp50 Juta untuk Korban Bencana di Sawang Aceh Utara Menkomdigi Ajak Pers Jaga Kualitas Kemkomdigi Buka Akses 8.000 Akun Canva Pro untuk UMKM dan Talenta Kreatif ‎Jelang Ramadhan, Sekda Aceh Koordinasi Percepatan Pembangunan Huntara 6 Proyek Rp 110 Triliun Danantara Mulai Dibangun, Ini Daftarnya Kejati Aceh Amankan Buronan Kasus Pemerkosaan Anak

News

FSH UIN Ar-Raniry Kirim 29 Mahasiswa KPM ke Bener Meriah

badge-check


					FSH UIN Ar-Raniry Kirim 29 Mahasiswa KPM ke Bener Meriah Perbesar

BENER MERIAH — Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melepas 29 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematik di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Senin (27/10/2025).

Pelepasan dilakukan oleh Dekan FSH, Prof Dr Kamaruzzaman Bustamam Ahmad MA dan diterima langsung oleh Camat Bukit, Syahrian SSTP MSi di halaman Kantor Camat setempat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bener Meriah, Ilham Abdi SSos MSi, Tenaga Ahli Kabupaten Aceh Tengah, Gunawan, SH MSi serta para reje dari tujuh gampong lokasi pengabdian, yakni Bale Atu, Tingkem Benyer, Paya Gajah, Bale Redelong, Serule Kayu, Kute Lintang, dan Tingkem Bersatu.

Selama 45 hari, mahasiswa akan menjalankan tiga program utama: pendampingan penyusunan Qanun Gampong, pembaruan data pada aplikasi SIGAP Aceh, serta penguatan tata kelola keuangan desa berbasis akuntabilitas dan transparansi.

“KPM Tematik bukan sekadar praktik ilmu, tetapi ruang pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial. Mahasiswa kami diharapkan mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat,” kata Prof Kamaruzzaman.

Camat Bukit, Syahrian, menyambut positif kehadiran mahasiswa FSH di wilayahnya.
“Kami berterima kasih atas kontribusi UIN Ar-Raniry. Semoga mahasiswa dapat menyesuaikan diri, menjaga nama baik, dan memberikan manfaat bagi masyarakat gampong,” ujarnya.

Kadis Kominfo Bener Meriah, Ilham Abdi, menilai program ini sejalan dengan agenda digitalisasi pemerintahan desa di Aceh.

“Mahasiswa yang memahami sistem SIGAP Aceh bisa membantu perangkat desa mempercepat transformasi digital,” jelasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kabupaten Aceh Tengah, Gunawan, menilai keterlibatan mahasiswa sebagai langkah strategis dalam membangun kesadaran hukum dan partisipasi publik di desa.

“Mahasiswa memiliki energi dan idealisme tinggi. Bila diarahkan dengan baik, mereka dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat,” katanya. [ ]

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DWP UIN Ar-Raniry Salurkan Rp50 Juta untuk Korban Bencana di Sawang Aceh Utara

7 Februari 2026 - 23:47 WIB

Menkomdigi Ajak Pers Jaga Kualitas

7 Februari 2026 - 05:40 WIB

Kemkomdigi Buka Akses 8.000 Akun Canva Pro untuk UMKM dan Talenta Kreatif

7 Februari 2026 - 05:35 WIB

6 Proyek Rp 110 Triliun Danantara Mulai Dibangun, Ini Daftarnya

7 Februari 2026 - 05:12 WIB

Kejati Aceh Amankan Buronan Kasus Pemerkosaan Anak

6 Februari 2026 - 17:42 WIB

Trending di News