Menu

Mode Gelap
UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel Jersey Baru Persija Pertahankan DNA Macan Kemayoran Sekda Aceh Lepas Kontingen TSA ke Sumut National Taekwondo Championship 2026 Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

News

51,75 Hektare Ladang Ganja Dimusnahkan di Gayo Lues

badge-check


					51,75 Hektare Ladang Ganja Dimusnahkan di Gayo Lues Perbesar

GAYO LUES — Operasi pemberantasan narkotika berskala besar kembali digelar di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama TNI, Bea Cukai, BNNK, Forkopimda Gayo Lues, dan instansi terkait memusnahkan ladang ganja seluas 51,75 hektare yang tersebar di 26 titik pada tiga kecamatan. Diperkirakan terdapat sekitar 1,9 juta batang atau setara 388 ton ganja siap panen yang berhasil diamankan dan dimusnahkan.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, hadir langsung bersama jajarannya sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberantasan narkotika di wilayah Aceh. Keterlibatan Bea Cukai dalam operasi ini menegaskan komitmen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam memperkuat pengawasan serta penegakan hukum di bidang narkotika.

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa temuan ladang ganja tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua tersangka pengedar narkoba di Deli Serdang, Sumatera Utara, dengan barang bukti 47 kilogram ganja siap edar. “Dari pengembangan terhadap kedua tersangka, kami menemukan 26 titik ladang ganja dengan total luas 51,75 hektare,” ujarnya.

Akses menuju lokasi pemusnahan tergolong berat. Tim gabungan harus menempuh 1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan, kemudian melanjutkan perjalanan selama tiga jam dengan berjalan kaki menembus hutan lebat dan perbukitan di Kecamatan Pining. Meski sempat terkendala cuaca buruk, operasi tetap berjalan aman berkat koordinasi lintas instansi.

Seluruh tanaman ganja, baik yang masih tumbuh, siap panen, maupun yang sudah dikeringkan, dimusnahkan di lokasi dengan cara dicabut dan dibakar. Ladang-ladang tersebut diduga telah beberapa kali dipanen sebelum akhirnya terungkap dalam operasi kali ini.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menilai keberhasilan operasi ini sebagai momentum penting untuk menekan praktik pertanian ganja yang masih terjadi di wilayah tersebut. Pemerintah daerah juga mendorong masyarakat beralih ke komoditas legal bernilai ekonomi, seperti kopi. Pada 2026, Gayo Lues dijadwalkan menerima bantuan pengembangan kebun kopi seluas 4.000 hektare dari Kementerian Pertanian sebagai bagian dari program alih komoditas.

Sinergi aparat penegak hukum dalam operasi ini diharapkan mampu memutus mata rantai produksi dan peredaran narkotika di Aceh. Bea Cukai Langsa memastikan akan terus meningkatkan kolaborasi dengan seluruh unsur penegak hukum demi menjaga keamanan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang legal dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Said Agil Ingatkan Lulusan Terus Belajar, Rektor UIN Ar-Raniry Sebut AI Bukan Pengganti Guru

24 Juni 2026 - 15:31 WIB

Gadai Emas Melonjak 100%, BSI Perkuat Ekosistem Emas dari Hulu hingga Hilir

24 Juni 2026 - 13:44 WIB

Justice Collaborator Sony Sonjaya Ditolak

23 Juni 2026 - 20:27 WIB

Trending di News