Menu

Mode Gelap
Pemain Persik Langsung Digenjot untuk Hadapi Persijap Nostalgia Kak Na dan Bang Ucok, Sopir Truk Tangki yang Membantunya Trabas Banjir 10 Kader Terbaik BKPRMI Aceh Timur Diundang Khatib Salat Idul Fitri Publik Pertanyakan Apa Keistimewaan Yaqut, KPK Dinilai Tidak Konsisten Harga BBM Nonsubsidi Diprediksi Naik, Konsumsi Pertalite Bisa Melonjak Berkah Idul Fitri, Pedagang Kue di Lambaro Raup Keuntungan Besar

Pemerintahan

Sekolah Diminta Jamin Kelangsungan Hidup Siswa Boarding

badge-check


					Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang juga Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin Perbesar

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang juga Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi meminta kepada para kepala sekolah SMA, SMK, SLB di bawah Capdin (Kepala Cabang Dinas Pendidikan) dan K-Capdin se-Aceh untuk segera mendata dan memastikan kebutuhan dasar siswa-siswa yang terdampak banjir dan tinggal di Asrama (boarding). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kesulitan yang dialami siswa dan yang tidak tinggal bersama orang tua.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang juga Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, menekankan agar siswa yang tinggal di asrama sekolah (boarding) atau pondok pesantren mendapat jaminan pangan dan kebutuhan mendasar.

“Kami minta supaya anak-anak yang tidak mendapat kiriman dari orang tuanya itu di fasilitasi jangan sampai mereka kelaparan,” tegas Murthalamuddin, Sabtu, 6 Desember 2025.

Tanggung jawab ini, menurutnya, berada di pundak sekolah dan Capdin setempat jika orang tua siswa tidak lagi mampu memberikan bantuan keuangan. Tujuannya adalah mencegah siswa putus sekolah atau terpaksa kembali ke daerah pengungsian yang masih rawan bencana.

“Kecuali memang orang tuanya berkemampuan untuk terus membiayai anak itu, jika tidak maka jadi tanggung jawab sekolah dan tanggung jawab Cabdin untuk menjaga anak itu bisa makan dan melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Tidak hanya siswa yang tinggal di asrama sekolah, murid yang menetap di kos-kosan juga menjadi perhatian. Murthalamuddin meminta sekolah proaktif mendata semua siswa yang berasal dari daerah bencana dan kini kesulitan ekonomi karena terhambatnya kiriman dari orang tua.

“Sementara ini, sampai mereka mendapat kiriman dari orang tua, menjadi tanggung jawab anda untuk mencari jalan keluar, dan melaporkan ke pihak kami,” pungkasnya.

Pihaknya mempersilahkan mencari donasi dan dukungan dari pihak yang berempati dengan cara-cara yang dibenarkan untuk menanggung kebutuhan sementara para siswa tersebut.

Pemerintah Aceh berkomitmen mencari solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan pemberian tunjangan, hingga kondisi kembali normal. Surat edaran resmi sebagai tindak lanjut dari amaran ini akan segera dikirimkan dalam waktu dekat.[]

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Nostalgia Kak Na dan Bang Ucok, Sopir Truk Tangki yang Membantunya Trabas Banjir

24 Maret 2026 - 22:43 WIB

Mudik ke Seunuddon, Kak Na Santuni Anak Yatim dan Ziarah ke Makam Keluarga

24 Maret 2026 - 01:19 WIB

Kak Na: Taqabalallah Minna wa Minkum, Maaf Lahir Batin, Selamat Berhari Raya

21 Maret 2026 - 00:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto Shalat Idul Fitri di Aceh Tamiang, Gubernur dan Wagub Tampil bersama Sambut Kunjungan

21 Maret 2026 - 00:30 WIB

Seribuan Warga Padati Meuligoe Terima THR dari Mualem

20 Maret 2026 - 00:26 WIB

Trending di Pemerintahan