Menu

Mode Gelap
Purbaya Heran Pengusaha Tak Punya Bisnis Tapi Dapat Restitusi Pajak Sekda Aceh Bersilaturahmi dengan Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor 76 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan PKL PBNU Lantik Pengurus PWNU Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Jadi Katib Syuriyah UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

News

Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

badge-check


					Suasana di lokasi penjualan kue tradisional, di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR Perbesar

Suasana di lokasi penjualan kue tradisional, di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

ACEH BESAR – Meski tampak sepi dari pengunjung, para pedagang kue tradisional justru mengaku mengalami peningkatan penjualan saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Peningkatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dibandingkan hari-hari biasa, terutama dalam tiga hari Lebaran, di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026).

Seorang pedagang kue tradisional, Kak Nong mengatakan, meskipun kondisi pasar tampak sepi, minat masyarakat untuk membeli kue tetap tinggi. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh tradisi saling berkunjung saat Lebaran.

“Walaupun terlihat tidak terlalu ramai, penjualan kami justru meningkat. Dalam tiga hari Lebaran ini bisa naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa,” ujar Kak Nong.

Menurutnya, kue-kue tradisional seperti bolu, adee, dan kekarah menjadi favorit pembeli. Kue tersebut umumnya dibeli untuk dibawa sebagai buah tangan saat bersilaturahmi ke rumah keluarga maupun kerabat.

“Biasanya pembeli mencari kue untuk dibawa saat berkunjung. Bolu, adee, dan kekarah paling banyak diminati,” katanya.

Senada itu, pedagang lainnya, Sapura mengungkapkan, kondisi Lebaran tahun ini berbeda dibandingkan momen sebelumnya, terutama saat pergantian tahun yang cenderung sepi pengunjung.

“Kalau tahun baru kemarin hampir tidak ada tamu, mungkin karena efek musibah. Tapi Lebaran kali ini mulai ramai, bahkan ada sebagian yang kita lihat merupakan tamu dari luar daerah yang datang,” sebut Sapura.

Menurutnya, kedatangan tamu dari luar daerah turut mendorong peningkatan permintaan kue tradisional di kawasan tersebut, terutama selama momen libur Lebaran.

“Dengan adanya tamu dari luar daerah yang memanfaatkan waktu libur Lebaran ini, penjualan kue tradisional justru meningkat,” imbuhnya.(*)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Purbaya Heran Pengusaha Tak Punya Bisnis Tapi Dapat Restitusi Pajak

29 Juni 2026 - 11:05 WIB

76 Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Ikuti Pembekalan PKL

28 Juni 2026 - 16:43 WIB

PBNU Lantik Pengurus PWNU Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry Jadi Katib Syuriyah

28 Juni 2026 - 16:39 WIB

UIN Ar-Raniry dan Baitul Mal Simeulue Teken Kerja Sama Program Satu Keluarga Satu Sarjana

26 Juni 2026 - 10:01 WIB

Peaceful Muharam, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Anak Yatim dan Difabel

25 Juni 2026 - 13:20 WIB

Trending di News