Menu

Mode Gelap
Francisco Rivera dan Ambisi Persebaya Menembus Empat Besar Mualem Gelar Silaturahmi Bersama Ulama, Perkuat Sinergi Umara dan Ulama untuk Aceh Islami Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti Sekda Nasir: Semua Rumah Sakit Wajib Terima Pasien Sekda Aceh Buka Rakerprov KONI Aceh 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

News

Meski Tampak Sepi, Penjualan Kue di Lampisang Naik 20 Persen Saat Lebaran

badge-check


					Suasana di lokasi penjualan kue tradisional, di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR Perbesar

Suasana di lokasi penjualan kue tradisional, di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026). FOTO/ MC ACEH BESAR

ACEH BESAR – Meski tampak sepi dari pengunjung, para pedagang kue tradisional justru mengaku mengalami peningkatan penjualan saat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Peningkatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 persen dibandingkan hari-hari biasa, terutama dalam tiga hari Lebaran, di Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Senin (23/3/2026).

Seorang pedagang kue tradisional, Kak Nong mengatakan, meskipun kondisi pasar tampak sepi, minat masyarakat untuk membeli kue tetap tinggi. Menurutnya, hal ini dipengaruhi oleh tradisi saling berkunjung saat Lebaran.

“Walaupun terlihat tidak terlalu ramai, penjualan kami justru meningkat. Dalam tiga hari Lebaran ini bisa naik sekitar 20 persen dibanding hari biasa,” ujar Kak Nong.

Menurutnya, kue-kue tradisional seperti bolu, adee, dan kekarah menjadi favorit pembeli. Kue tersebut umumnya dibeli untuk dibawa sebagai buah tangan saat bersilaturahmi ke rumah keluarga maupun kerabat.

“Biasanya pembeli mencari kue untuk dibawa saat berkunjung. Bolu, adee, dan kekarah paling banyak diminati,” katanya.

Senada itu, pedagang lainnya, Sapura mengungkapkan, kondisi Lebaran tahun ini berbeda dibandingkan momen sebelumnya, terutama saat pergantian tahun yang cenderung sepi pengunjung.

“Kalau tahun baru kemarin hampir tidak ada tamu, mungkin karena efek musibah. Tapi Lebaran kali ini mulai ramai, bahkan ada sebagian yang kita lihat merupakan tamu dari luar daerah yang datang,” sebut Sapura.

Menurutnya, kedatangan tamu dari luar daerah turut mendorong peningkatan permintaan kue tradisional di kawasan tersebut, terutama selama momen libur Lebaran.

“Dengan adanya tamu dari luar daerah yang memanfaatkan waktu libur Lebaran ini, penjualan kue tradisional justru meningkat,” imbuhnya.(*)

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda dan PJU Mabes Berganti

9 Mei 2026 - 14:45 WIB

Banjir Rendam Tiga Kecamatan di Nagan Raya, Akses Meulaboh–Tapak Tuan Terganggu

7 Mei 2026 - 12:46 WIB

Banyak Hoaks Menyerang, Menag: Tak Ada Toleransi untuk Tindak Kekerasan Seksual

6 Mei 2026 - 23:24 WIB

Jangan Bohongi Rakyat, Pemerintah Didesak Transparan soal Harga dan Kondisi BBM

6 Mei 2026 - 13:11 WIB

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Kaji 1.934 Manuskrip di Museum Aceh, Perkuat Studi Filologi Aceh

6 Mei 2026 - 10:45 WIB

Trending di News