Menu

Mode Gelap
Puan: Ambang Batas Parlemen 5 Persen Belum Jadi Keputusan Kenji Nishioka Dipanggil Timnas Filipina, Kalteng FC Bawa Nama ke Panggung ASEAN Rekaman CCTV Diduga Bocor, Bank Aceh Diadukan ke OJK dan BI Garuda dan SMSI Aceh Besar Membahas Masa Depan Konektivitas Aceh Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat

News

BKPRMI Serukan Umat Islam Tabayun Terhadap Isu Di Medsos

badge-check


					Ketua Umum BKPRMI Aceh Timur, H. Muhammad Ishak. Perbesar

Ketua Umum BKPRMI Aceh Timur, H. Muhammad Ishak.

ACEH TIMUR — Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD-BKPRMI) Kabupaten Aceh Timur, mengajak umat Islam dan seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial (medsos), khususnya terkait isu-isu yang menyasar pimpinan daerah dan alim ulama.

Ketua Umum BKPRMI Aceh Timur, H. Muhammad Ishak, S.Pd.I, MA, dalam siaran pers, Selasa (28/4) mengatakan, maraknya narasi negatif dan dugaan fitnah belakangan ini menunjukkan menurunnya kualitas diskursus di dunia Maya dan ruang-ruang media sosial secara terbuka. Kondisi itu cenderung mengarah pada serangan personal tanpa dasar yang jelas.

Tidak sedikit akun medsos yang secara terang-terangan menyebut identitas. “Suasana seperti ini tentu menjadi tidak bagus dalam bermedsos, apalagi isi dari fecebook dan Instagram itu didownload dan dibagikan ke berbagai WhatsApp Gruop (WAG) yang dapat ditonton oleh siapapun tanpa memandang usia dan golongan,” ujar H. Muhammad Ishak.

Dalam ajaran Islam, lanjut alumni YPI Darussa’adah Cabang Idi Cut ini, umat Islam diperintahkan untuk melakukan tabayun dalam menyikapi sebuah isu sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.

Hal ini sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Hujurat Ayat 6, dimana setiap kabar harus diteliti agar tidak menimbulkan penyesalan dan kerusakan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, hati-hati dan tetap tabayyun dalam menyikapi sebuah informasi,” ujar H. Muhammad Ishak.

Sebagai ormas berbasis masjid, Ketua Umum BKPRMI Aceh Timur ini juga mengimbau masyarakat dan pemuda masjid untuk menjaga akhlak dalam bermedia sosial, dan menghindari penyebaran ujaran kebencian, serta tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang belum tentu benar.

Menurut H. Muhammad Ishak, berbagai informasi yang berkembang tanpa dasar kuat berpotensi menjadi bagian dari pembentukan opini yang tidak sehat dan dapat mengganggu stabilitas daerah. Bahkan orang-orang yang menyebarkan hoax hingga mencemarkan nama baik seseorang dapat dipidana,” tutur H. Muhammad Ishak.

Dukung Daerah

Selain itu, Ketua Umum BKPRMI Aceh Timur berharap masyarakat untuk tetap fokus mendukung pembangunan daerah dan menjaga kondusivitas Aceh Timur di tengah berbagai tantangan yang ada.

“Media sosial harus menjadi sarana dakwah dan edukasi, bukan ruang penyebaran fitnah,” tegas H. Muhammad Ishak, sembari mengajak umat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak terpecah oleh isu yang belum tentu kebenarannya. (***).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rekaman CCTV Diduga Bocor, Bank Aceh Diadukan ke OJK dan BI

22 September 2026 - 09:05 WIB

Garuda dan SMSI Aceh Besar Membahas Masa Depan Konektivitas Aceh

21 September 2026 - 19:31 WIB

Pascasarjana UIN Ar-Raniry Yudisium 152 Alumni Baru

20 September 2026 - 19:56 WIB

DPR Soroti 10 Ribu Desa Belum Terlayani Internet, Minta Pemerataan 3T Dipercepat

19 September 2026 - 22:59 WIB

AISZAWA 2026 di UIN Ar-Raniry, Rektor: Zakat dan Wakaf Harus Berdampak pada Masyarakat

18 September 2026 - 08:45 WIB

Trending di News