Menu

Mode Gelap
Rektor UIN Ar-Raniry Minta Pemda Perketat Izin dan Pengawasan Daycare di Aceh PSGA UIN Ar-Raniry Gelar Pelatihan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus Marak Kasus Daycare, Akademisi UIN Ar-Raniry Tekankan Pentingnya Pengawasan Pemko Banda Aceh Segel Daycare yang Terjerat Kasus Penganiayaan Bayi Ketua DPRA Usul Pergub JKA Dicabut, Jubir Pemerintah Aceh: Kita Hormati Ikut Kembangkan Pendidikan Aceh, Mualem Ucapkan Terimakasih kepada Arab Saudi

News

Marak Kasus Daycare, Akademisi UIN Ar-Raniry Tekankan Pentingnya Pengawasan

badge-check


					Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Iyulen Pebry Zuanny, MPsi, Psikolog, Perbesar

Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Iyulen Pebry Zuanny, MPsi, Psikolog,

BANDA ACEH– Maraknya kasus kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak (daycare) menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Iyulen Pebry Zuanny, MPsi, Psikolog, menilai fenomena ini sebagai indikasi adanya persoalan sistemik yang perlu segera dibenahi.

Advertisements
Ad 23

Iyulen menjelaskan bahwa meningkatnya kasus kekerasan maupun pengabaian di daycare tidak semata-mata disebabkan oleh kesalahan individu. Ini menunjukkan adanya masalah dalam sistem, seperti kurangnya kompetensi pengasuh, lemahnya pengawasan, serta aturan yang tidak berjalan dengan baik.

“Dalam psikologi, anak usia dini sedang belajar merasa aman dan percaya pada lingkungan. Jika mereka mengalami hal buruk, dampaknya bisa panjang, seperti sulit mengatur emosi, sulit percaya pada orang lain dan terganggu perkembangan sosialnya”, ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Akademisi UIN Ar-Raniry ini memberikan beberapa tips bagi orang tua dalam memilih daycare, di antaranya dapat cek sebelum memilih tempat penitipan sebelum memutuskan, perhatikan cara pengasuh berinteraksi dengan anak, tanyakan aturan keamanan dan prosedur darurat, ajak anak berkomunikasi walaupun sederhana dan percaya pada perasaan orang tua jika ada yang terasa tidak beres.

Lebih lanjut, hal lainnya yang juga penting dalam memilih daycare, pastikan memiliki izin resmi, pengasuhnya memiliki kualifikasi yang jelas, jumlah pengasuh cukup, lingkungan bersih dan aman, ada kegiatan yang mendukung perkembangan anak, serta lembaga terbuka dalam memberikan informasi.

“Yang paling penting, pilih daycare yang benar-benar peduli pada hubungan emosional dengan anak, bukan hanya sekadar menjaga. Karena hubungan yang baik sangat berpengaruh pada perkembangan anak ke depan,” kata dia.

Untuk mendeteksi kemungkinan kekerasan pada anak, Iyulen Pebry menyebut bahwa orang tua dapat melihat tanda-tanda dari perubahan perilaku anak, misalnya anak tiba-tiba jadi sangat takut atau sering menangis, menolak pergi ke daycare, pola tidur atau makan berubah dan perkembangan mundur, seperti kembali mengompol. Hasil deteksi awal ini perlu diasesmen lebih lanjut oleh tenaga profesional yaitu psikolog.

Sementara untuk mendeteksi kekerasan pada anak-anak yang belum bisa bicara, Iyulen menyebut biasanya terlihat dari tubuh dan perilaku, seperti tubuh menegang atau ketakutan saat bertemu orang tertentu, menangis terus menerus tanpa sebab yang jelas, ada luka atau memar yang tidak wajar, menjadi sangat pendiam atau justru terlalu lengket, sulit tidur atau sering terbangun, namun setiap anak bisa jadi cirinya berbeda-beda. Oleh karena itu, orangtua perlu segera mencari pertolongan psikolog untuk melakukan pemeriksaan lebih dalam agar tidak menjadi masalah lebih serius pada kondisi psikologis dan perkembangan anak.

*Apa yang seharusnya dilakukan oleh pihak daycare?*

Daycare seharusnya benar-benar memastikan anak aman dan nyaman. Daycare tidak hanya sekadar tempat menitipkan anak, tetapi juga tempat anak tumbuh dan berkembang.

Beberapa hal penting yang harus dilakukan adalah memiliki aturan jelas untuk melindungi anak, jumlah pengasuh harus sesuai dengan jumlah anak (tidak kewalahan), pengasuh mendapat pelatihan rutin tentang cara merawat anak dengan baik, ada sistem laporan yang terbuka jika terjadi masalah, lingkungan aman, bersih, dan ramah anak.

Iyulen Pebry Zuanny menekankan pada mekanisme perekrutan pengasuh bagi lembaga seperti daycare, hal yang penting dilakukan adalah tes psikologi untuk melihat kepribadian, kesabaran, dan empati, Wawancara mendalam, mengecek riwayat kerja dan latar belakang, tes kemampuan dasar mengasuh anak, simulasi langsung cara mengasuh dan sebagainya.

“Untuk pola pengawasan yang semestinya dilakukan oleh pemilik daycare, tentu harus dilakukan serius dan berlapis, menggunakan CCTV yang bisa dipantau, melakukan pengecekan langsung secara tiba-tiba, evaluasi rutin terhadap kinerja pengasuh, saling mengawasi antar pengasuh, menyediakan tempat pengaduan jika ada masalah”. Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Rektor UIN Ar-Raniry Minta Pemda Perketat Izin dan Pengawasan Daycare di Aceh

30 April 2026 - 14:19 WIB

PSGA UIN Ar-Raniry Gelar Pelatihan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Kampus

30 April 2026 - 14:15 WIB

Pemko Banda Aceh Segel Daycare yang Terjerat Kasus Penganiayaan Bayi

30 April 2026 - 09:55 WIB

Avian Brands Bekali Mahasiswa Arsitektur FST UIN Ar-Raniry dengan Ilmu Pengecatan

29 April 2026 - 13:55 WIB

FISIP UIN Ar-Raniry Gandeng BNN Aceh Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kampus

29 April 2026 - 13:51 WIB

Trending di News