Menu

Mode Gelap
Jangan Biarkan Tambang Aceh Dikuasai Luar Komisi I DPRA Dorong Pemkab dan DPRK Aceh Timur Proaktif Selesaikan Sengketa Lahan HGU DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB dan Tata Kabel Provider Seluruh Fraksi DPRK Setujui Raqan Pertanggungjawaban APBK Banda Aceh 2025 Fraksi PKS Ungkap Catatan Kritis terhadap Pertanggungjawaban APBK 2025 Fraksi PAN Sorot Tata Kelola Perparkiran di Kota Banda Aceh

News

BSI Siap Integrasikan UMKM Garap Potensi Halal Indonesia

badge-check


					Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo Perbesar

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo

JAKARTA– PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI)menegaskan kesiapannya untuk memimpin dan menaikkan kelas ekosistem halal di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan potensi pasar halal lifestyle nasional yang kini mencapai Rp5.000 triliun.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, saat menjadi pembicara dalam sesi Business Talks di ajang Financial Festival 2026 yang berlangsung di Yogyakarta. Dalam paparannya, Anggoro menegaskan bahwa peran perbankan syariah saat ini telah bertransformasi jauh melampaui sekadar penyedia transaksi finansial.

“BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan transaksional. Lebih dari itu, perbankan syariah kini ikut menentukan arah dan menjadi penggerak utama pertumbuhan arus baru ekonomi nasional,” ujar Anggoro.

Untuk mewujudkan target tersebut, BSI menyiapkan sejumlah faktor pemampu (enablers) strategis, salah satunya melalui akselerasi pembiayaan yang agresif namun tetap berkelanjutan di berbagai sektor produktif. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama yang didorong untuk naik kelas.”Kami serius memastikan pertumbuhan UMKM berjalan secara berkelanjutan.’’

BSI, kata dia, hadir melayani sepenuh hati melalui ekosistem komprehensif di BSI UMKM Centre, mulai dari pendampingan usaha yang belum bankable, pelatihan, pembinaan kemampuan, hingga membuka akses pasar melalui business matching dengan pembeli skala nasional maupun internasional.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memanfaatkan keunggulan uniknya (uniqueness) dalam ekosistem halal. Perusahaan secara masif masuk ke berbagai jejaring strategis seperti pondok pesantren, sekolah Islam, komunitas, industri halal, hingga sektor haji dan umrah untuk mengintegrasikan potensi bisnis di dalamnya.

Saat ini, Indonesia menempati posisi ke-3 terbesar dalam pasar halal lifestyle global. Anggoro optimistis angka potensi Rp5.000 triliun tersebut masih bisa melonjak lebih tinggi jika seluruh ekosistem industri halal dan UMKM terintegrasi penuh dengan dukungan perbankan syariah sebagai mitra finansial utama.”Tantangan besar kita adalah bagaimana bank syariah memimpin dan mengeksplorasi potensi raksasa ini secara optimal, mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Mengakhiri sesi tersebut, Anggoro menegaskan “Prinsip syariah itu sejak lama adalah membangun ekonomi yang adil, transparan, berkelanjutan, dan bermanfaat, sesuai dengan maqashid syariah. Ekonomi itu tidak hanya untuk profit, tapi ekonomi itu untuk kemanfaatan dan keberlanjutan”.

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

UIN Ar-Raniry dan UIN Padangsidimpuan Bahas Penguatan Jejaring Program Doktor Studi Islam

24 Juli 2026 - 15:11 WIB

FAH UIN Ar-Raniry Raih Penghargaan Digitalisasi Manuskrip di ADIA 2026

24 Juli 2026 - 15:03 WIB

Kemkomdigi Peringatkan Operator untuk Pastikan Kepatuhan Registrasi Biometrik hingga Gerai

24 Juli 2026 - 13:11 WIB

Komdigi Hormati Putusan MK, Siap Kaji Aturan Pelindungan Sisa Kuota Internet

24 Juli 2026 - 13:08 WIB

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

23 Juli 2026 - 22:52 WIB

Trending di News