JAKARTA — Transformasi dan inovasi terus menjadi bagian dari perjalanan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dalam memberikan layanan optimal bagi nasabah dan para pemangku kepentingan. Komitmen tersebut diperkuat melalui perluasan jaringan e-channel hingga ke pelosok negeri, salah satunya melalui BSI Agen.
Hingga Mei 2026, jumlah jaringan BSI Agen telah mencapai lebih dari 130 ribu agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Agen layanan laku pandai ini menjadi perpanjangan tangan BSI dalam menjangkau masyarakat yang belum terlayani oleh kantor fisik, baik di tingkat kabupaten maupun kelurahan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran BSI Agen sebagai kanal layanan perbankan syariah yang mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah pedesaan. Melalui BSI Agen, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan keuangan dengan mudah, mulai dari tarik tunai, setor tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga pelunasan biaya haji.
Terbaru, BSI Agen kini juga menyediakan layanan pendaftaran dan pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk segmen Bukan Penerima Upah (BPU). Dengan fitur ini, masyarakat dapat mendaftar sekaligus membayar iuran bulanan dengan lebih mudah dan dekat dari tempat tinggal. Proses pendaftaran pun cukup sederhana, yakni dengan membawa kartu identitas ke BSI Agen terdekat.
Direktur Sales & Distribution BSI, Anton Sukarna, menyampaikan bahwa perluasan jaringan BSI Agen merupakan strategi perusahaan dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia. “Layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang lokasinya jauh dari kantor cabang dan ATM BSI,” ujarnya.
Selain memberikan kemudahan akses layanan keuangan, program BSI Agen juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Saat ini, rata-rata penghasilan agen berkisar antara Rp6 juta hingga Rp8 juta per bulan, tergantung pada jumlah transaksi yang dilakukan. Hal ini menjadikan BSI Agen tidak hanya sebagai kanal layanan keuangan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.







